Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PKB Muhaimin Iskandar akhirnya menyatakan dukungan atas pencalonan Jokowi dalam Pilpres 2019. Kegenitan manuvernya dalam hal koalisi partai pengusung selesai, sekalipun hasrat pribadinya masih menyala untuk menjadi pendamping Jokowi sebagai cawapres.
Di hadapan pers yang bertanya kepada Muhaimin, Jokowi berkata, "Ini saya tambahkan sedikit. Sudah saya sampaikan bahwa nama (cawapres) sudah ada di saku saya. Salah satu nama itu ialah Pak Muhaimin Iskandar."
Dikabarkan, ada lima nama di saku Jokowi, lebih sedikit jika dibandingkan dengan sembilan nama kader PKS yang diajukan partai itu untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo. Itu baru dari PKS, dengan ancaman menarik dukungan bila tidak dikabulkan. Belum lagi PAN, bahkan Partai Demokrat bila memilih bergabung dengan kubu Prabowo.
Berapa pun jumlahnya, betapa pun lebih mudah menebak lima nama ketimbang belasan nama, tetaplah nama yang di saku Jokowi itu merupakan misteri. Yang boleh sedikit lega hanya Muhaimin Iskandar karena Jokowi sendiri secara eksplisit menyebut namanya di hadapan media.
Nama-nama itu, entah nama siapa persisnya di saku Jokowi, biarlah menjadi materi perbincangan tebak-menebak warga, baik di dalam kehidupan personal maupun perbincangan spekulatif pengamat di ruang publik. Itu tebak-tebakan yang sehat, arena tiap pilihan kiranya mengandung kekuatan dan kelemahan masing-masing.
Meningkatnya intensitas perbincangan publik mengenai cawapres yang akan mendampingi Jokowi menunjukkan meningkatnya kepedulian warga atas keterpilihan kembali Jokowi sebagai presiden. Ada rasa ingin tahu yang sangat besar yang menurut sebagian orang sebaiknya memang tidak usah terburu-buru dibuka.
Lima nama cawapres pendamping Jokowi itu kiranya produk tiga substansi. Pertama, cara Jokowi berkomunikasi, yang kiranya berbeda kala bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh atau bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Misalnya, Jokowi telah merampungkan perkara besar, yaitu menyepakati lima nama yang kini ada di sakunya. Ini kesepakatan yang menyelesaikan semua kepentingan yang berbeda, baik dari sisi perseorangan maupun sisi partai pengusung.
Kedua, lima nama itu dapat mengatrol elektabilitas Jokowi. Dalam hal ini tentu hasil survei lembaga yang kredibel dari waktu ke waktu menjadi pertimbangan pokok untuk memilih sebuah nama.
Dalam survei itu tentu dicari tahu sedalam-dalamnya perihal akseptabilitas dan semua kemungkinan keunggulan bila kelima nama itu masing-masing dipasangkan dengan Jokowi. Parameternya terukur akurat.
Ketiga, kesepakatan substansial bahwa pada akhirnya keputusan diserahkan kepada Jokowi untuk menentukan siapa yang menjadi cawapres pendampingnya.
Substansi yang ketiga itu mengandung kearifan besar bahwa presiden dan wapres haruslah pasangan yang akur dalam perspektif sebagai duet pemimpin bangsa dan negara. Keakuran itu bukan semata urusan objektivitas, atau urusan rasional an sich, melainkan juga keakuran subjektif yang menyangkut sublimasi kebatinan dua personalitas.
Substansi yang terakhir itu bukan kecocokan instan. Dia hasil proses berinteraksi yang jujur dan terbuka, dalam membawa negara dan bangsa ini ke masa depan yang jauh lebih baik.
Karena itu, Jokowi seyogianya tidak terburu-buru mengeluarkan sebuah nama dari lima nama di sakunya. Segala sesuatu ada waktunya dan sebuah nama itu menjadi indah pada waktunya.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved