Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DERAP pembangunan ekonomi yang hendak kita lakukan sering kali membuat lupa terhadap biaya yang harus dibayarkan. Terutama dampak terhadap lingkungan sering terlupakan. Seakan kita mau membayar berapa pun harganya sepanjang tujuan bisa tercapai. Kasus kebocoran pipa minyak bawah laut di Balikpapan merupakan salah satu contohnya.
Praktis hanya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang memberi perhatian khusus. Para pejabat negara yang lain menganggap enteng persoalan yang terjadi. Padahal, tumpahan minyak menyebabkan kebakaran hebat di tengah laut. Setidaknya ada lima anak buah kapal tewas karena kebakaran itu.
Lebih parah lagi tumpahan minyak menyebabkan kerusakan alam luar biasa dan bahkan sebagian tercecer sampai ke Selat Makassar. Kita tidak perlu mencari kambing hitam penyebab tumpahan minyak. Namun, seharusnya kita berani terbuka menyebutkan berapa banyak minyak yang bocor dan bagaimana langkah pengendalian dilakukan?
Apa yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak terhadap kehidupan mereka? Dengan membiarkan persoalan ini berlalu begitu saja, tidak ada pembelajaran yang bisa kita petik. Padahal, dampak yang dirasakan masyarakat dan juga kerusakan lingkungan yang diakibatkan memakan waktu untuk bisa kembali seperti sediakala. Biaya sosial seperti itu sama sekali tidak pernah diperhitungkan.
Kita seharusnya bisa belajar kasus blowout pada operasi minyak British Petroleum di Teluk Meksiko, AS. Hampir 5 juta barel minyak mengotori perairan sekitar Louisiana. Hampir lima tahun waktu yang diperlukan untuk membersihkan tumpahan minyak. Itu pun masih menyisakan persoalan terhadap satwa dan biota laut.
Pemerintah AS kemudian merespons bencana itu dengan memperketat perizinan untuk eksplorasi minyak dan gas bawah laut. Bahkan BP dilarang untuk beberapa tahun mengoperasikan ladang minyak di 'Negeri Paman Sam'. Padahal, BP sudah mengeluarkan biaya sampai US$42,2 miliar untuk penanganan bencana, di luar denda US$18,7 miliar karena kelalaian yang dilakukan mereka.
Semua itu dilakukan bukan untuk mematikan perusahaan, melainkan justru dimaksudkan agar operator minyak lebih berhati-hati. Industri migas menuntut pelaksanaan prosedur kerja sangat tinggi dan tidak boleh sedikit pun ada kompromi. Bahkan seluruh pekerjanya dituntut selalu siap siaga, khususnya ketika terjadi peristiwa yang tidak terduga seperti kebocoran pipa bawah laut.
Kepedulian kita terhadap lingkungan perlu ditingkatkan karena akan berpengaruh kepada kehidupan dan kualitas kehidupan. Penelitian Universitas Hawaii menyebutkan gelombang panas akan semakin sering terjadi dan mematikan. Diperkirakan, pada 2100 ke atas jumlah gelombang panas yang akan melanda daerah tropis akan mencapai 300 kali setiap tahun.
Untuk negara seperti Indonesia dengan temperatur tinggi dan juga kelembapan tinggi, gelombang panas akan membuat orang sulit untuk berkeringat. Panas tubuh yang tidak bisa keluar menyebabkan sitotoksin panas atau orang seperti terkena sinar matahari, tetapi dari dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan kematian karena organ tubuh menjadi rusak.
Sekarang ini gelombang panas sering dialami mereka yang tinggal di daerah subtropis ketika mereka mengalami musim panas yang ekstrem. Setidaknya sudah 70 ribu orang di dunia meninggal karena dampak gelombang panas. Dengan pemanasan global yang terus terjadi, diperkirakan dampak gelombang panas semakin sering terjadi.
Apa yang perlu kita lalu lakukan? Pertama kita harus ikut bersama masyarakat dunia mengurangi efek rumah kaca. Emisi gas buang CO2 harus ditekan seminim mungkin dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita menggunakan energi lebih bersih dan terbarukan. Kita bisa menggunakan sinar matahari, air, atau angin sebagai sumber energi.
Kalau mau menggunakan energi fosil, lebih baik menggunakan gas daripada minyak. Kedua, kita harus menjaga kawasan agar lebih banyak yang tetap hijau. Hutan yang kita miliki harus dikelola lebih arif. Bukan berarti tidak boleh hutan itu dimanfaatkan, tetapi harus dikelola secara lestari. Keberlanjutan itulah yang harus diterapkan dalam pengelolaan hutan produktif.
Ketiga, kita harus menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Semua persoalan lingkungan harus menjadi aspek yang diperhatikan ketika kita melakukan pembangunan. Itu harus dilakukan sungguh-sungguh dan tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi tidak pernah dikerjakan.
Tidak ada jaminan kasus kebocoran pipa minyak di Balikpapan tidak akan terulang kembali. Apalagi jika sikap kita masih menyepelekan, seakan tidak ada persoalan besar yang terjadi dalam kecelakaan itu. Para pejabat negara jangan hanya berebut tampil ketika ada keberhasilan, tetapi bersembunyi ketika ada bencana yang membuat susah kehidupan banyak orang.
"Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.
JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.
SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.
ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.
KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?
MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?
ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.
DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.
LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.
RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.
HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.
ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved