Spesialis Suara Sumbang

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
22/3/2018 05:10
Spesialis Suara Sumbang
()

AMIEN Rais menyebut pembagian sertifikat tanah gratis oleh Presiden Jokowi sebagai ngibulin. Ngibulin bahasa gaul untuk membohongi.

Sertifikat tanah gratis itu untuk rakyat. Tidak terhindarkan untuk menyimpulkan bahwa Amien Rais bermaksud menyatakan Presiden Jokowi membohongi rakyat.

Pernyataan Amien Rais itu mengundang tanggapan keras Luhut Pandjaitan. Luhut menyebut Amien asal bunyi (asbun). Perang pernyataan itu rupanya menarik perhatian SBY. Katanya, kritik kepada pemerintah boleh saja, asal tidak fitnah. Pemerintah juga jangan cepat marah kalau ada kritik dari rakyatnya.

Apakah pernyataan Amien Rais merupakan kritik? Apakah asbun? Apakah fitnah? Hemat saya, yang meluncur dari mulut Amien Rais terhadap kekuasaan tidak penting benar untuk dibeda-bedakan, dika­tegorisasikan termasuk jenis yang mana.

Suara Amien Rais terhadap kekuasaan, khususnya saat ini terhadap Presiden Jokowi, hanya punya satu nada, yakni sumbang. Tidak sedap didengar. Pertanyaannya, apakah yang mesti dilakukan terhadap yang tidak sedap didengar?

Kekuasaan yang demokratis seyogianya terlatih mendengar yang tidak sedap didengar, khususnya bila yang tidak sedap itu berasal dari Amien Rais. Amien memang spesialis bersuara sumbang terhadap kekuasaan.

Suara sumbang yang diekspresikan semata kualitatif, padahal mestinya kuantitatif, menyangkut data dan fakta seperti sertifikat tanah, kiranya cukup didengarkan saja. Tidak perlu ada kekuasaan yang tersinggung terhadap omongan Amien Rais.

Akan tetapi, semakin dekat ke pilpres, suara sumbang itu tentu tidak boleh diperlakuan sebagai masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Publik mengiranya benar. Karena itu, Amien Rais perlu dilawan dengan narasi yang lebih kuat, yaitu berdasarkan data dan fakta.

Jokowi dipastikan dicalonkan kembali menjadi presiden. Boleh ditengarai, selain pembangunan infrastruktur, pemberian sertifikat tanah gratis kepada jutaan rakyat merupakan dua contoh keberhasilan Presiden Jokowi. Itulah sekarang yang disebut Amien Rais ngibulin.

Sesumbang-sumbang Amien Rais, dia tidak bisa bilang pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Presiden Jokowi ngibulin sebab wujudnya nyata, dapat dilihat dan dinikmati rakyat. Karena itu, masuk akal Amien Rais memilih pembagian sertifikat tanah sebagai sasaran suara sumbangnya.

Amien Rais tidak ingin Jokowi terpilih kembali menjadi presiden. Itu perkara yang sangat jelas. Karena itu, tidak mengherankan jika dia akan terus memproduksi suara-suara sumbang agar keinginannya tersebut tercapai.

Bagaimana cara menghadapi Amien Rais? Ada hasrat Amien Rais yang tidak kesampaian, yakni menjadi presiden. Pernah sekali ikut pilpres, Amien Rais bukan hanya kalah, bahkan lebih buruk; tidak lolos putaran kedua.

Karena itu, ada baiknya PAN berkoalisi mengusung Amien Rais sebagai capres berhadapan dengan Jokowi. Saya yakin dia kembali gagal, dan kembali menjadi spesialis suara sumbang.



Berita Lainnya
  • Resonansi dari Pati

    09/8/2025 05:00

    Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.

  • Semakin Dilarang semakin Berkibar

    08/8/2025 05:00

    FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.

  • Menerungku Silfester

    07/8/2025 05:00

    KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.

  • Harapan dalam Angka

    06/8/2025 05:00

    PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future 

  • Ampun Dah

    05/8/2025 05:00

    USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.

  • Amnesti tanpa Amnesia

    04/8/2025 05:00

    BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.  

  • Abolisi, Amnesti, Rekonsiliasi

    02/8/2025 05:00

    PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.

  • Belajar dari Vietnam

    01/8/2025 05:00

    KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

  • Insinuasi Jokowi

    31/7/2025 05:00

    ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.

  • Masih Rojali-Rohana

    30/7/2025 05:00

    TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.

  • Gurita Serakahnomics

    29/7/2025 05:00

    FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.

  • Destinasi Wisata Proyek Mangkrak

    28/7/2025 05:00

    JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.

  • Rojali-Rohana

    26/7/2025 05:00

    SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.

  • Superman Sungguhan

    25/7/2025 05:00

    'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.

  • Tom Lembong

    24/7/2025 05:00

    VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.

  • Tamparan Sahdan

    23/7/2025 05:00

    BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima