Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGAIMANAKAH sebaiknya Pilpres 2019 dicandrakan? Hemat saya, jawabnya ialah bebas dari kepura-puraan. Munculnya kuda hitam kiranya perlu dihindari. Kuda hitam yang dihadirkan di menit-menit terakhir, di batas waktu pendaftaran capres, semoga tidak terjadi. Kuda hitam itu menimbulkan efek dramatik di ruang publik.
Sesuatu yang tidak diduga terjadi. Maaf, bukan itu yang warga butuhkan. Dalam pilpres warga memilih pemimpin bangsa dan negara, bukan memilih aktor pembawa kejutan instan.
Kiranya bahasa kepura-puraan pun enyah. Contoh 'bila saya dipercaya, saya akan maju menjadi capres/cawapres'. Contoh lain 'bila rakyat menghendaki...'.
Pencalonan kembali Jokowi bebas dari kepura-puraan. Partai pendukungnya tidak perlu berpura-pura membahasnya dalam munas. Pencalonannya cukup diproklamasikan dalam sebuah pidato pembukaan di acara partai. Pencalonan kembali Jokowi itu sempurna setelah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan mengusungnya kembali.
Sebelumnya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah menyatakannya. Dukungan untuk Jokowi pada Pilpres 2019 lebih kuat jika dibandingkan dengan Pilpres 2014. Pada 2014, Jokowi didukung empat partai politik (PDIP, NasDem, PKB, dan Hanura) dengan 37,13% kursi di DPR.
Pada Pilpres 2019, dengan bergabungnya Partai Golkar dan PPP, tanpa PKB, Jokowi telah didukung lima partai dengan 51,96% kursi di DPR. Kekuatan itu masih ditambah lagi dukungan dua partai baru peserta pemilu, Perindo dan PSI.
Semua deskripsi itu menunjukkan kuat dan besarnya keinginan partai politik tersebut agar terjadi kesinambungan kepemimpinan pemerintahan di bawah Presiden Jokowi. Kenapa? Karena jelas negara hendak dibawa ke mana, dan jelas pula kinerjanya. Di masa Jokowi publik tidak lagi mengenal negara autopilot.
Dinamika pilpres bahkan punya dimensi baru dengan terbetiknya berita Megawati Soekarnoputri mengutus Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan putranya, Prananda Prabowo, untuk bertemu Komandan Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Pertemuan PDIP dan Demokrat itu tidak hanya bakal memperkuat dukungan terhadap Jokowi, tetapi juga membuka prospek konstelasi kekuatan baru di DPR hasil Pemilu 2019. Sudah tentu, dinamika pertemuan PDIP dan Demokrat itu berpotensi membuka ruang yang lebih luas dalam penentuan cawapres.
Cawapres menjadi urusan bersama enam partai pendukung Jokowi dengan kekuatan sangat besar, yaitu punya 66,42% kursi di DPR atau lebih tiga kali syarat pencalonan presiden 20% kursi di DPR.
Hemat saya, kekuatan enam partai itu terlalu besar untuk berpura-pura. Lagi pula pemimpin enam partai itu tidak perlu bermain misteri-misterian dengan seorang presiden bernama Jokowi yang jujur dan berterus terang. Yang juga tidak berpura-pura ialah keinginan Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB, untuk menjadi wakil presiden.
Hasratnya itu telah diumumkan melalui baliho, terpampang di mana-mana di ruang publik. Keinginan itu kiranya bisa dibaca PKB tidak bakal mendukung Jokowi menjadi presiden untuk dua periode bila bukan Muhaimin Iskandar yang menjadi cawapres.
Posisi semacam itu seperti pemaksaan kehendak. Karena itu, sebaiknya partai pengusung Jokowi tidak usah menghitungnya lebih jauh. Biarlah Muhaimin dan PKB membuat poros baru demi maraknya pilpres. Apakah dia punya posisi tawar yang hebat? Tidak bijak menghakiminya.
Yang jelas tidak baik bagi demokrasi Jokowi calon tunggal. Publik yang bebas dari kepura-puraan menunggu siapakah calon presiden lainnya.
Pemimpin dianggap berhasil bila ia mampu memainkan peran sebagai pelayan bagi rakyat.
FENOMENA bendera Jolly Roger yang diambil dari anime One Piece sungguh menarik dan kiranya layak dijadikan kajian.
KATANYA di negeri ini setiap warga negara sama kedudukannya di depan hukum.
PEOPLE use all available information to form rational expectations about the future
USIA 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia sebentar lagi kita rayakan. Sebagian besar rakyat Indonesia menyambutnya dengan sukacita.
BISIK-BISIK tentang orang kuat di pasar gelap peradilan semakin santer.
PENGUASA juga manusia. Karena itu, watak kemanusiaan akan muncul seiring dengan berjalannya waktu.
KEKALAHAN tim nasional U-23 dari Vietnam pada laga final Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,
ENGKAU yang berinsinuasi, engkau yang sibuk mengklarifikasi. Kau yang melempar tuduhan, kau pula yang repot melakukan bantahan.
TULISAN saya di rubrik Podium edisi Sabtu, 26 Juli 2025, berjudul Rojali-Rohana, memantik sejumlah tanya dari beberapa kawan dan kerabat.
FENOMENA keserakahan dalam menjarah sumber daya ekonomi atau hajat hidup orang banyak sebenarnya bukan perkara baru di Tanah Air.
JIKA melintasi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia-Afrika, Jakarta Pusat, Anda akan menemukan tiang beton. Terdapat 90 tiang beton yang dibangun sejak 2004.
SAYA tak bermaksud pesimistis tentang soal yang satu ini. Saya cuma ingin bersikap realistis.
'Apakah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan'.
VONIS untuk Thomas Trikasih Lembong dalam kasus korupsi importasi gula disikapi secara berbeda.
BANYAK yang bangga dengan Sahdan Arya Maulana, termasuk saya. Di usianya yang masih amat muda, 19, ia berani menolak pemberian uang yang bagi dia kurang pas untuk diterima
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved