Ekonom Bintang

02/7/2015 00:00
Ekonom Bintang
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/SENO)

SETELAH berjumpa 11 ekonom selama hampir 2 jam dan sekitar 40 menit bersua Syafii Maarif, tokoh Muhammadiyah, yang menjadi 'guru' banyak kalangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ada tanda-tanda kuat sebelum Lebaran Presiden bakal merombak susunan kabinet di bidang ekonomi.

Akan tetapi, persoalan bukan lagi siapa bakal diganti karena Presiden telah memiliki rapor merah yang bersangkutan. Persoalan justru mencari pengganti, yaitu ekonom bintang, figur menteri yang bisa meyakinkan pasar. Presiden berkata, "Kalau hari ini ketemu orangnya, akan saya lantik.

"Mengagetkan nama yang muncul semata wayang, Sri Mulyani, menteri keuangan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang kemudian mengundurkan diri untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Suka atau tidak suka, terkuaklah keprihatinan baru bahwa negara ini sepertinya mengalami krisis ekonom bintang.

Bayangkan betapa merosotnya kecerdasan anak bangsa ini bila presiden hanya mendapat satu nama dari begitu banyak ekonom di negeri ini. Padahal, inilah negara yang diselamatkan dari keambrukan ekonomi di zaman Orde Lama berkat duduknya ekonom bintang di Kabinet Pembangunan, di periode awal Orde Baru. Mereka ialah Soemitro Djojohadikusumo, Widjojo Nitisastro, M Sadli, Ali Wardhana, Subroto, dan Emil Salim.

Memburuknya perekonomian negara jelas masalah besar. Masalah besar itu bisa kian membengkak jika benar bangsa ini mengalami krisis ekonom bintang yang dipercaya pasar. Hal yang sebaiknya tidak usah cepat dipercaya, sedikitnya karena tiga alasan.

Pertama, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) perhimpunan paling menonjol jika dibandingkan dengan ikatan sarjana lain.

Sejak berdiri 14 Januari 1955, ISEI bersidang pleno 17 kali dan berkongres 18 kali. Sekarang dipimpin Dr Darmin Nasution, ISEI bakal berseminar nasional dan berkongres ke-19 pada 7-9 Oktober 2015 di Surabaya. Para ekonom telah diminta mengirimkan makalah dengan tema Menghidupkan kembali sektor industri sebagai penggerak ekonomi nasional untuk disaring dan dinilai bobotnya oleh ekonom andal.

Setelah krisis besar Asia satu setengah dasawarsa lalu, menurut ISEI, sektor industri manufaktur tidak mampu pulih kembali pada peran semula. Sebuah tema yang membuktikan ISEI masih merupakan perhimpunan profesi yang peka, tajam, mumpuni, dan terpanggil memecahkan masalah ekonomi khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya sesuai tujuan ISEI.

Faktor kedua, kayaknya pasarlah yang sulit dipercaya belakangan ini. Di mana-mana pasar sedang marah, mirip orang kalap sehingga sulit memercayai banyak hal. Ada ekonomi di negara bermata uang euro yang mengalami pertumbuhan negatif. Bank Sentral Tiongkok, raksasa cadangan moneter, sejak November lalu menurunkan suku bunga sampai empat kali, hal yang tidak pernah terjadi dalam sejarah.

Ketiga, jangan-jangan yang terjadi ialah bintang yang tertutupi awan politik sehingga belum tampak amat bersinar di mata pasar, semata karena belum atau tidak jadi menteri. Bukankah sentimen pasar yang waras sekalipun juga terpicu post-factum, bukan pre-factum?

Saya hanya terganggu oleh harga cabai di pasar karena makan tak pedas terasa hambar di lidah dan juga terkadang di hati yang sedang murung. Sambil makan malam yang pedasnya cukup menggigit, terpikir rasanya perlulah membuka kembali 'pertukaran' pikiran dan perbedaan 'keyakinan' antara Dr Boediono selaku Gubernur BI di satu pihak dan Dr Sri Mulyani selaku menteri keuangan dengan Dr Darmin Nasution selaku Dirjen Pajak di lain pihak. Semuanya ekonom bintang bersinar. Boediono disebut berdiri di sisi keyakinan bakal terjadi dampak sistemis bila Bank Century tidak diselamatkan. Sebaliknya, Sri Mulyani dan Darmin Nasution disebut berdiri di sisi berlawanan.

Sekadar saran kepada Presiden Jokowi, ada baiknya mempertemukan kembali Sri Mulyani dan Darmin Nasution masing-masing dalam kedudukan yang lebih tinggi, yang satu menko perekonomian yang lain menkeu.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.