Negara Besar, Ambisi Besar

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
25/1/2018 05:31
Negara Besar, Ambisi Besar
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

BANGSA besar sewajarnya punya ambisi besar. Bangsa besar berambisi kecil, kiranya tunggu waktu saja kempis menjadi bangsa kerdil. Terlebih di cabang kehidupan yang berbasiskan kompetisi terbuka yang serbaterukur seperti olahraga. Di dunia yang satu ini tidak ada resep keberhasilan yang misterius.

Tiap medali yang diraih atlet puya track record yang terang benderang. Bila ada barang gelap di belakang perolehan medali, soal waktu saja bakal terbongkar. Tes doping dapat membongkarnya dan membuat malu siapa pun, tanpa pandang bulu. Berdasarkan postulat berpikir demikian, saban kali saya melintasi atau melewati kawasan Senayan, Jakarta, dan melihat kompleks olahraga itu tengah direnovasi, saban kali itu pula mulai terbayang gairah besar bangsa ini sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

Sesungguhnya dan senyatanya sudah lama kompleks olahraga Senayan tidak mendapat sentuhan baru sehingga sepertinya turut mencerminkan bututnya prestasi. Perlu diingat kompleks itu dibangun dengan menggusur warga dipindahkan ke bilangan Tebet, tapi kemudian dalam perkembangannya yang tegak tinggi dan mewah berdiri di situ mal pusat perbelanjaan.

Presiden Jokowi membenahi dan ingin mengembalikan sejarah kebesarannya. Publik sepak bola, ketika menonton pertandingan Indonesia-Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (14/1), tentunya melihat dan merasakan sendiri cantiknya stadion itu setelah direnovasi, yang peresmiannya dilakukan menjelang pertandingan persahabatan internasional itu. Kapasitasnya 78 ribu kursi tunggal.

Contoh lain renovasi Istora Senayan yang diresmikan Presiden, Selasa (23/1), dengan tribune berkapasitas 9.500 orang. Di situ kiranya kejayaan bulu tangkis kita, melalui Asian Games 2018, bakal kembali diperlihatkan kepada dunia. Peresmian renovasi itu ditandai dengan Presiden memberi raket kepada pebulu tangkis berprestasi (Susi Susanti, Ivana Lie, Yuni Kartika, Haryanto Arby, Chandra Wijaya, dan Alan Budikusuma), sekaligus Presiden membuka Daihatsu Indonesia Masters, yaitu kompetisi berhadiah total US$350 ribu yang diikuti 200 pemain dari 15 negara.

Dimulai September 2016 dan selesai Desember 2017, renovasi semua kompleks olahraga dilakukan besar-besaran di atas kawasan seluas 87 hektare dan meliputi 14 venue. Semua itu bukti semangat besar kita sebagai tuan rumah Asian Games ke-18, yang berlangsung Agustus tahun ini.

Sudah tentu bukan hanya gedung olahraga dan fasilitas pertandingan yang direnovasi, melainkan juga target prestasi yang juga dibikin menjulang tinggi, mengagumkan, yaitu meraih 20 medali emas atau menembus 10 besar. Target itu tampak jauh di angkasa, padahal itu perkara normal, yaitu sewajarnya bangsa besar punya ambisi besar.

Rasanya tidak ada ketertinggalan yang jauh yang dapat dikejar tanpa lompatan yang juga jauh. Perlulah sejenak kita melihat ke belakang, berkaca. Bahwa pada 1962 kita menduduki peringkat kedua dengan 11 emas, setelah itu melorot, kiranya bukti bangsa Asia lain melaju lebih cepat.

Kecepatan bangsa lain tidak dapat dihentikan. Hanya satu pilihan, mereka dikalahkan. Itulah yang hendaknya terjadi pada Agustus ini, di bulan proklamasi ke-73, meraih 10 besar di Asia. Sebuah ambisi besar, yang sekali lagi wajar dimiliki negara besar.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.