Blink (Nazaruddin)

23/11/2017 05:32
Blink (Nazaruddin)
(ANTARA FOTO/Rosa Panggabea)

SEMUA kita tahu tidak baik memuji seorang koruptor. Korupsi tergolong kejahatan kepublikan yang berat, sangat berat, karena itu koruptor mestinya dihujat habis-habisan. Bukan malah dipuji. Entah kenapa kemarin tiba-tiba 'terbetik' di dalam pikiran saya untuk memuji seorang koruptor.

Namanya M Nazaruddin. Perihal 'terbetik' sebetulnya tidak perlu dipikir benar, apalagi berkelanjutan. Umumnya berlalu tanpa bekas. Akan tetapi, kali ini tidak demikian di dalam pikiran saya, untuk seorang Nazaruddin. Barangkali inilah yang disebut Malcolm Gladwell sebagai 'blink', yaitu 2 detik pertama yang sangat menentukan yang muncul dari 'komputer internal' kita.

Katanya, keputusan yang dibuat dalam sekejap bisa sama baik dengan keputusan yang hati-hati dan direnungkan kembali. The power of thinking without thinking. Alkisah, di tengah kehebohan dagelan kecelakaan lalu lintas Setya Novanto, di WA beredar video Nazaruddin ngomong kepada wartawan, beberapa tahun lalu.

Tutur katanya jelas dan isinya gamblang membongkar siapa otak proyek KTP-E dan siapa saja pelaksananya. Katanya, sebelum ditender, proyek KTP-E sudah di-mark-up Rp2,5 triliun. Spec-nya diatur. Yang mengendalikan penuh proyek KTP-E ialah Setya Novanto sama Anas Urbaningrum.

"Siapa pelaksananya? Ada saya, ada Andi Agustinus. Siapa saja yang terlibat di Komisi DPR? Pimpinan Komisi II. Nama-namanya tanya sama penyidik KPK nanti biar lebih jelas. Terus di depdagrinya siapa? Ada mendagrinya." Kembali menonton tayangan omongan Nazarudin itu, seorang rekan wartawan senior berkomentar, makin sempurnalah persekongkolan koruptor.

Rekan lainnya bilang, mau muntah enggak? Saya sendiri tiba-tiba terkena 'blink'. Setelah Setya Novanto ditahan, kepercayaan Nazaruddin kepada KPK kian menggelora. "Saya siap untuk bantu KPK dalam semua kasus yang saya tahu dan saya tidak mau tambah-tambahin, tidak mau kurang-kurangin.

Semuanya sudah saya ceritakan sama KPK." Bahkan, Nazaruddin mengaku melihat Ganjar Pranowo menerima uang proyek KTP-E. Nazaruddin bukan justice collaborator biasa. Dia justice collaborator istimewa. Dia tidak punya rasa takut untuk membongkar kasus, termasuk membeberkan peranannya.

Hemat saya, dalam negative sense, Nazaruddin ialah pahlawan KPK. Nazaruddin pernah melarikan diri. Suatu hari dia ke Singapura, hari lain ke Bogota, Kolombia. Di Cartagena, di negara yang sama ia ditangkap. Selebihnya publik menyaksikan kenekatannya 'nyanyi' menunjuk hidung tokoh yang terlibat korupsi.

Bagaimana dengan Setya Novanto yang menurut Nazaruddin salah seorang pengendali penuh proyek KTP-E? Seandainya pun punya kesempatan untuk melarikan diri, saya tidak percaya Setya Novanto melakukannya. Kenapa? Pertama, dia sangat mencintai semua kedudukan dan kekuasaannya selaku Ketua Umum Golkar yang juga sekaligus Ketua DPR.

Jabatan terakhir itu pernah diduduki Ade Komarudin, kemudian dengan mulus diambilnya kembali. Kedua, Setya Novanto yakin mampu membuktikan diri bahwa dia tidak bersalah. Dia berhasil mematahkan status tersangka yang pertama. Perlawanannya terhadap status tersangka yang kedua belum kesampaian, ia ditahan KPK.

Penahanan didahului dengan drama dirinya korban kecelakaan lalu lintas yang ternyata sakit yang dideritanya hanya dagelan. IDI menunjukkan integritas dokter dan keteguhan menegakkan etik profesi dokter. Di ruang tahanan Setya Novanto kiranya masih bergumul dengan rasa cintanya kepada kekuasaan.

Namun, 'blink' bukan mustahil suatu saat datang dari 'komputer internalnya', ketika dirinya harus menjawab pertanyaan untuk apa menjadi korban sendirian? Blink, dalam sekejap, dalam 2 detik, the power of thinking without thinking, kemampuan berpikir tanpa berpikir, mengubah semuanya.

Dunia persilatan elite politik kiranya geger besar jika Setya Novanto berubah pikiran, yaitu dalam negative sense menjadi pahlawan KPK seperti Nazaruddin. Ia beberkan semua kasus dan telanjangi semua orang yang mendapat aliran uang sampai publik ternganga betapa bajingannya elite bangsa.



Berita Lainnya
  • Harapan dan Kepastian

    27/4/2026 05:00

    "Daripada mengutuki kegelapan, sebaiknya mulailah menyalakan lilin agar muncul harapan," begitu pesan bijak itu selalu muncul di kala guncangan begitu dahsyat.  

  • JK di Tengah Bara

    23/4/2026 05:00

    JUSUF Kalla (JK) marah betul. Wajahnya tampak tegang ketika menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

  • Paradoks Perdamaian

    22/4/2026 05:00

    'Banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai'.

  • Haji dan Hajah

    21/4/2026 05:00

    MULAI Rabu besok, gelombang pertama jemaah haji 1447 H, atau 2026 M, terbang ke Tanah Suci.

  • Mata Media Amerika

    20/4/2026 05:00

    SIAPA yang awal mula menarasikan bahwa Iran-lah pemenang perang melawan Amerika Serikat dan Israel? Yang pasti bukan hanya pejabat Teheran.

  • Delusi Kemahakuasaan

    16/4/2026 05:00

    ADA sesuatu yang terasa janggal, juga sangat berbahaya, ketika kekuasaan yang sangat besar berpadu dengan sikap dan perilaku yang kian sulit diterima nalar.

  • Cancel Culture buat Koruptor

    15/4/2026 05:00

    KORUPSI lagi, korupsi lagi. OTT (operasi tangkap tangan) lagi, OTT lagi. Apa enggak enek mendengar berita soal pengungkapan korupsi yang terus-terusan muncul?

  • Jalan Buntu

    14/4/2026 05:00

    MENGAPA Amerika Serikat sangat bernafsu 'mengendalikan' Selat Hormuz hingga hal itu jadi penghalang kesepakatan dengan Iran?

  • Di Tengah Dua Api

    13/4/2026 05:00

    Harapan itu tentang dunia yang tak lagi diliputi amarah.

  • Jalan Ketiga tanpa Amerika

    09/4/2026 05:00

    ADA yang berubah dari arah angin geopolitik dunia. Ia tak lagi bertiup tunggal dari Amerika ke seluruh penjuru bumi.

  • Dalam Ancaman Godzilla

    08/4/2026 05:00

    DI jagat sinema, kita mengenal Godzilla sebagai monster raksasa yang muncul dari kedalaman samudra.

  • Parit Modern

    07/4/2026 05:00

    LANGKAH Iran di Selat Hormuz bukan sekadar manuver militer atau diplomasi biasa.

  • Zaman Batu

    06/4/2026 05:00

    RETORIKA keras nan aneh kembali meluncur dari Gedung Putih. Donald Trump, dalam pidatonya Jumat (3/4), tanpa tedeng aling-aling mengancam Iran.

  • Retak di Meja Halalbihalal

    02/4/2026 05:00

    HALALBIHALAL semestinya menyejukkan dan maaf-maafan. Namun, tidak di Lebak. Di kabupaten di Provinsi Banten itu, panggung halalbihalal justru menjadi etalase konflik.

  • Gotong Royong Energi

    01/4/2026 05:00

    ESKALASI konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terbukti bukan sekadar tontonan geopolitik di layar kaca.

  • Trump dalam Kepungan

    31/3/2026 05:00

    PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump benar-benar dikepung. Bukan hanya oleh Iran yang ia perangi, melainkan juga dari berbagai arah, termasuk dari dalam negeri AS.