Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Ayep Zaki-Bobby Maulana (Ayeuna) yang akan maju dalam kontestasi Pemilihan Walikota Sukabumi, mendapat dukungan penuh dari Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten DPC Kota Sukabumi. Kepastian itu diperoleh setelah dilakukannya deklarasi dukungan yang dilakukan di Sekretariat BPPKB Banten, DPC Kota Sukabumi, Jalan Siliwangi Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (7/8).
Dengan dukungan tersebut, kekuatan pasangan Ayeuna kini bertambah besar setelah sebelumnya mendapat dukungan dari lima partai politik yakni NasDem, PDI Perjuangan, PAN, PPP dan Hanura. Dukungan tersebut menambah darah segar bagi pasangan 'kuda hitam' Ayep Zaki-Bobby Maulana.
"Kami memiliki program-program strategis yang akan membawa perubahan positif bagi Sukabumi," terang Ayep Zaki dalam sambutannya.
Baca juga : 7 Rekomendasi Pilkada NasDem Jabar, Ayep Zaki untuk Kota Sukabumi
Para petinggi BPPKB Banten DPC Kota Sukabumi menyambut program-program yang dipaparkan Ayep Zaki dengan sangat antusias.
"Kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat sangat penting untuk mencapai tujuan bersama demi kemajuan Sukabumi," tambah Ayep Zaki.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby Maulana mengungkapkan peran penting generasi muda dalam pembangunan daerah dan mendorong mereka untuk aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi.
Baca juga : Ayep Zaki Serahkan Berkas Pendaftaran Cawalkot Sukabumi ke Gerindra
"Kami berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi kaum milenial serta memastikan mereka memiliki ruang untuk berkarya dan berinovasi," katanya.
Ketua BPPKB Banten DPC Kota Sukabumi, Andi Mulyadi, menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Ayeuna.
"Ayep Zaki dan Bobby Maulana memiliki visi yang jelas dan program yang konkret untuk membawa Sukabumi ke arah yang lebih baik," ucap Andi Mulyadi.
Baca juga : 4 Tahun Terjun ke Politik untuk Masa Depan Sukabumi yang Lebih Baik
BPPKB Banten DPC Kota Sukabumi berharap bahwa dukungan ini akan memperkuat posisi pasangan Ayeuna dalam kontestasi politik untuk mengantarkan mereka menuju kemenangan.
Dengan tambahan dukungan ini, Ayep Zaki dan Bobby Maulana semakin optimis dalam menghadapi pemilihan mendatang.
"Kami berkomitmen untuk terus bekerja keras dan berjuang demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Sukabumi dengan memenangkan Ayeuna Ayep Zaki-Bobby Maulan," tandas Andi Mulyadi. (RO/Z-6)
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved