Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI masa libur panjang atau saat harus meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, pemilik mobil listrik (EV) perlu memberikan perhatian ekstra pada sistem penyimpanan energi mereka.
Berbeda dengan mobil konvensional, mobil listrik memiliki dua sistem baterai yang saling berkaitan: baterai traksi (tegangan tinggi) dan aki 12V (tegangan rendah).
Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya langkah preventif untuk menjaga kesehatan baterai agar tidak mengalami kerusakan permanen atau penurunan performa yang drastis.
Salah satu langkah krusial yang disarankan adalah melepas terminal negatif pada aki 12V. Meskipun mobil dalam keadaan mati, sistem elektronik tertentu tetap mengonsumsi daya dalam jumlah kecil.
“Melepas aki terminal negatif itu bertujuan untuk mencegah deep discharge yang merusak,” ujar Yannes.
Kondisi deep discharge atau pengosongan daya secara total pada aki 12V dapat memperpendek usia pakai aki dan bahkan membuat sistem mobil listrik tidak bisa diaktifkan sama sekali (mati total) saat ingin digunakan kembali.
Kesalahan umum pemilik mobil listrik adalah meninggalkan kendaraan dengan kondisi baterai penuh (100%) atau hampir habis (di bawah 20%). Yannes menyarankan agar tingkat pengisian daya atau State of Charge (SoC) berada di rentang 40% hingga 60%.
Menjaga baterai di rentang menengah ini sangat efektif untuk mencegah degradasi baterai. Degradasi adalah proses alami penurunan kapasitas sel baterai untuk menyimpan energi. Jika dibiarkan ekstrem (kosong atau penuh dalam waktu lama), jarak tempuh maksimal kendaraan akan berkurang dan performa pengisian daya akan menurun di masa depan.
Mobil listrik modern umumnya dilengkapi dengan fitur connected car dan keyless entry yang selalu aktif mencari sinyal. Untuk menghemat daya aki 12V, sebaiknya fitur-fitur ini dinonaktifkan sementara melalui menu pengaturan kendaraan.
Suhu lingkungan memainkan peran besar dalam stabilitas kimia sel baterai. Pemilik disarankan memarkirkan kendaraan di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Idealnya, kendaraan berada pada suhu stabil antara 15 hingga 25 derajat Celcius untuk meminimalisir stres termal pada baterai.
Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang kepercayaan untuk menyalakan mobil secara berkala. Cukup posisikan mobil dalam status "Ready" selama 15 hingga 20 menit setiap satu atau dua minggu sekali.
Langkah ini memungkinkan sistem manajemen baterai (BMS) bekerja dan mengisi ulang kedua sistem baterai secara otomatis, sehingga sirkulasi daya tetap terjaga dengan baik meskipun kendaraan tidak dijalankan. (Ant/Z-1)
| Tindakan | Tujuan |
|---|---|
| Cabut Terminal Negatif Aki | Mencegah aki 12V soak (deep discharge). |
| Set SoC 40% - 60% | Menghambat degradasi sel baterai utama. |
| Matikan Connected Car | Mengurangi konsumsi daya saat standby. |
| Parkir di Tempat Teduh | Menjaga stabilitas suhu sel baterai. |
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved