Tips Meninggalkan Mobil Listrik dalam Jangka Panjang agar Baterai Awet

Basuki Eka Purnama
24/4/2026 07:53
Tips Meninggalkan Mobil Listrik dalam Jangka Panjang agar Baterai Awet
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

MEMASUKI masa libur panjang atau saat harus meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, pemilik mobil listrik (EV) perlu memberikan perhatian ekstra pada sistem penyimpanan energi mereka.

Berbeda dengan mobil konvensional, mobil listrik memiliki dua sistem baterai yang saling berkaitan: baterai traksi (tegangan tinggi) dan aki 12V (tegangan rendah).

Pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya langkah preventif untuk menjaga kesehatan baterai agar tidak mengalami kerusakan permanen atau penurunan performa yang drastis.

1. Lepas Terminal Negatif Aki 12V

Salah satu langkah krusial yang disarankan adalah melepas terminal negatif pada aki 12V. Meskipun mobil dalam keadaan mati, sistem elektronik tertentu tetap mengonsumsi daya dalam jumlah kecil.

“Melepas aki terminal negatif itu bertujuan untuk mencegah deep discharge yang merusak,” ujar Yannes.

Kondisi deep discharge atau pengosongan daya secara total pada aki 12V dapat memperpendek usia pakai aki dan bahkan membuat sistem mobil listrik tidak bisa diaktifkan sama sekali (mati total) saat ingin digunakan kembali.

2. Jaga Kapasitas Baterai (SoC) di Angka 40-60 Persen

Kesalahan umum pemilik mobil listrik adalah meninggalkan kendaraan dengan kondisi baterai penuh (100%) atau hampir habis (di bawah 20%). Yannes menyarankan agar tingkat pengisian daya atau State of Charge (SoC) berada di rentang 40% hingga 60%.

Menjaga baterai di rentang menengah ini sangat efektif untuk mencegah degradasi baterai. Degradasi adalah proses alami penurunan kapasitas sel baterai untuk menyimpan energi. Jika dibiarkan ekstrem (kosong atau penuh dalam waktu lama), jarak tempuh maksimal kendaraan akan berkurang dan performa pengisian daya akan menurun di masa depan.

3. Nonaktifkan Fitur Pintar

Mobil listrik modern umumnya dilengkapi dengan fitur connected car dan keyless entry yang selalu aktif mencari sinyal. Untuk menghemat daya aki 12V, sebaiknya fitur-fitur ini dinonaktifkan sementara melalui menu pengaturan kendaraan.

4. Perhatikan Lokasi dan Suhu Parkir

Suhu lingkungan memainkan peran besar dalam stabilitas kimia sel baterai. Pemilik disarankan memarkirkan kendaraan di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Idealnya, kendaraan berada pada suhu stabil antara 15 hingga 25 derajat Celcius untuk meminimalisir stres termal pada baterai.

5. Pemanasan Berkala

Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang kepercayaan untuk menyalakan mobil secara berkala. Cukup posisikan mobil dalam status "Ready" selama 15 hingga 20 menit setiap satu atau dua minggu sekali.

Langkah ini memungkinkan sistem manajemen baterai (BMS) bekerja dan mengisi ulang kedua sistem baterai secara otomatis, sehingga sirkulasi daya tetap terjaga dengan baik meskipun kendaraan tidak dijalankan. (Ant/Z-1)

Tindakan Tujuan
Cabut Terminal Negatif Aki Mencegah aki 12V soak (deep discharge).
Set SoC 40% - 60% Menghambat degradasi sel baterai utama.
Matikan Connected Car Mengurangi konsumsi daya saat standby.
Parkir di Tempat Teduh Menjaga stabilitas suhu sel baterai.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya