Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIMING belt memiliki peran penting dalam operasional sebuah mesin pada kendaraan, itu sebabnya harus dicek berkala.
Pada dasarnya, peran dari timing belt adalah mengatur putaran antara camshaft dan crankshaft sehingga piston serta valve dapat bekerja sesuai langkah kerja mesin yang sesuai. Namun, bagaimana jika mendengar timing belt berbunyi bising?
Baca juga: Dua Sedan Mercedes-Benz Rakitan Lokal Siap Meluncur di Star Expo
Dikutip dari laman resmi Auto2000, Senin (1/11), permasalahan bunyi yang bising dari timing belt memang sangat mengganggu sehingga mengakibatkan putaran menjadi tidak halus.
1. Pemasangan timing belt kurang tepat
Biasanya penyebab utama dari masalah bising itu karena pemasangan yang tidak tepat, sudah pasti pemasangan komponen ini tidak boleh sembarangan. Ada aturan tersendiri yang harus dipatuhi.
Selain pemasangan yang tidak tepat, timing belt juga memiliki tingkat kekencangan khusus. Jika ada kesalahan, tidak aneh kalau timing belt menimbulkan bunyi bising. Penyebab ini tidak hanya menimbulkan suara bising saja karena bisa juga membuat mesin mobil susah hidup dan akselerasi berkurang.
2. Timing belt usang
Timing belt menjadi komponen yang memang harus diganti secara berkala. Usia pemakaian komponen ini berada di rentang 50.000 km hingga 70.000 km. Bisa juga antara 5-6 tahun.
Kalau usia pemakaian timing belt telah melihat batasan, komponen ini menjadi kehilangan dayanya. Bentuknya menjadi usang, lapuk, mengeras, hingga retak-retak.
Timing belt yang memiliki unsur karet di dalamnya juga kehilangan daya elastisitas. Jadi, ketika berputar, akan muncul bunyi bising.
3. Auto tensioner timing belt melemah
Auto tensioner adalah komponen dari timing belt yang berfungsi mengatur ketegangan dan kekencangannya selama beroperasi. Kalau auto tensioner melemah, sudah pasti ketegangan dan kekencangan timing belt menjadi tidak mampu dipertahankan. Bunyi bising menjadi lebih mudah muncul secara otomatis.
Ada ciri-ciri khusus ketika auto tensioner melemah. Jika Anda melihat di bagian ujung shaft auto tensioner terlihat rembesan oli, berarti komponen ini sudah melemah.
Ciri-ciri lainnya adalah shaft auto tensioner menjadi lebih enteng ketika Anda tekan dengan tangan. Lakukan pemeriksaan segera agar dapat diperbaiki.
4. Bearing tensioner aus
Penyebab terakhir dari timing belt yang mengeluarkan bunyi bising adalah bearing tensioner sudah aus. Di dalam timing belt ada beberapa bearing yang digunakan. Selain bearing tensioner, ada juga idler bearing.
Mesin mobil yang dihidupkan membuat semua bearing tersebut berputar. Saat sudah lama tidak dicek dan diganti seiring pemakaian, kondisi bearing menjadi aus sehingga menimbulkan bunyi bising. Itulah mengapa saat timing belt diganti dengan yang baru, sudah pasti sepaket dengan bearing tensioner dan idler bearing. (Ant/OL-1)
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kesehatan kulit anak di tengah cuaca panas, mulai dari pelembap hingga nutrisi.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Devi Yanti membagikan panduan memilih tempat penitipan anak (daycare) yang aman, legal, dan transparan guna mencegah kekerasan pada anak.
Dokter spesialis kulit dr. Arini Astasari Widodo menyarankan perawatan kulit dilakukan 6 bulan sebelum pernikahan demi hasil maksimal dan makeup menempel sempurna.
Dokter estetika dr. Dewita Kamaruddin menyarankan jamaah haji gunakan SPF 50-80 untuk proteksi maksimal di cuaca ekstrem Tanah Suci. Simak tips lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved