Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASOUD Pezeshkian, mantan dokter bedah jantung berdarah Azerbaijan, terpilih menjadi presiden Iran menggantikan Ebrahim Raisi yang tewas karena kecelakaan helikopter dalam sebuah pemilu yang tidak begitu legitimate karena hanya diikuti oleh 60% pemilih. Sementara itu, 40% lainnya memboikot pemilu itu karena mereka menganggap memberi suara pada pemilu dengan sistem politik Iran saat ini tidak ada gunanya.
Ia terpilih dalam pemilu sela yang dimenanginya dengan cara mengalahkan politikus garis keras Saeed Jalili, yang didukung oleh pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pezeshkian tidak mudah mengalahkan mantan juru runding nuklir Iran tersebut. Selain karena Jalili didukung oleh semua unsur garis keras dalam negeri, rakyat Iran juga tidak bersemangat memberi suara dalam pemilu dengan sistem politik yang tidak kompatibel dengan pandangan politik generasi baru Iran.
Selengkapnya baca di epaper Media Indonesia https://epaper.mediaindonesia.com/detail/setelah-menang-presiden-pezeshkian-kini-menghadapi-jalan-terjal
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Teheran tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup akibat blokade laut AS, sementara dua kapal kargo dilaporkan disita oleh pasukan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik kemunafikan AS terkait blokade pelabuhan. Ketegangan meningkat setelah Iran menyita dua kapal kargo di Selat Hormuz.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Ia mengabaikan blokade AS di Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut justru akan menimbulkan masalah bagi AS, bukan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan, meski Iran menegaskan tidak menerima ultimatum dalam menjaga kepentingan nasional.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkap tiga syarat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, termasuk pengakuan hak Iran, pembayaran reparasi, dan jaminan internasional.
Presiden Pezeshkian menegaskan cara mengakhiri perang dengan AS dan Israel adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, membayar ganti rugi, dan memberikan jaminan internasional.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak serangan Iran sejak pecahnya konflik di Timur Tengah
PEMERINTAH Iran mengeklaim memiliki bukti keterlibatan kekuatan asing dalam menggerakkan aksi demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved