PBSI Soroti Penurunan Prestasi, Target Bangkit di Indonesia Terbuka 2026

Khoerun Nadif Rahmat
14/4/2026 17:34
PBSI Soroti Penurunan Prestasi, Target Bangkit di Indonesia Terbuka 2026
Kabid Binpres PP PBSI Ricky Soebagdja (kiri)(MI/Nadif)

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan evaluasi besar-besaran terhadap performa para atlet menyusul hasil kurang memuaskan di sejumlah turnamen elite. Langkah ini menjadi persiapan krusial demi menjaga gengsi tuan rumah pada ajang Super 1000 Indonesia Terbuka 2026 yang akan berlangsung Juni mendatang.

Kabid Binpres PP PBSI Ricky Soebagdja mengakui adanya tren penurunan prestasi dalam beberapa bulan terakhir.

Tercatat pada Badminton Asia Championship (BAC) 2026, wakil Merah Putih hanya mampu melangkah hingga babak semifinal melalui ganda putri Amalia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

"Betul bahwa beberapa turnamen kami ini ya memang sangat pencapaian prestasi, terutama di level-level 500, 750, level 1000, nah ini masih belum bisa menunjukkan capaian-capaian atau gelar-gelar juara," ujar Ricky kepada pewarta di Jakarta pada Selasa (14/4).

Menatap Indonesia Terbuka 2026, Ricky menegaskan bahwa seluruh pemain, baik senior maupun pemain muda yang tengah menjalani proses regenerasi, dituntut untuk meningkatkan fokus dan disiplin.

Menurutnya, kegagalan di tur Eropa hingga BAC menjadi bahan evaluasi penting bagi atlet dan tim pelatih untuk melihat peta kekuatan lawan dari negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, hingga Taiwan.

Ricky menekankan pentingnya bagi para atlet untuk memanfaatkan status sebagai tuan rumah demi mengamankan gelar juara di turnamen level 1000 tersebut. Terlebih, jadwal padat sudah menanti sebelum Indonesia Terbuka, mulai dari Thomas & Uber Cup, Thailand Terbuka, Malaysia Master, hingga Singapura Terbuka.

"Dievaluasi dari orang-orang kemarin mereka juga ikut ya, terakhir di BAC, kita sama-sama juga tahu hasilnya. Nah dari kejuaraan ke kejuaraan, kita sangat berharap selain fight pemain itu sendiri, para pelatih pun kita berharap terus mengevaluasi kekurangan daripada pemain-pemain, dan juga tentu mengevaluasi, melihat lawan-lawan di levelnya," lanjutnya.

Bagi pemain muda, Ricky berharap progres yang sudah berjalan cepat tidak membuat mereka cepat puas. Ia mendorong para atlet muda untuk memiliki visi jangka panjang hingga Olimpiade 2028 dengan menjadikan setiap turnamen sebagai ajang pembuktian kapasitas.

"Khususnya di Polytron Indonesia Terbuka 2026 ini, kalau tadi juga dilihat dari apa yang disampaikan para pemain, semangatnya yang begitu luar biasa, tentu kita juga sangat berharap ya bahwa bagaimana keinginan, harapan itu diwujudkan di lapangan," pungkas Ricky. (P-4)
Images



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya