Indonesia Terbuka 2026: Pembuktian Karakter Agresif Febi dan Debut Joaquin

Khoerun Nadif Rahmat
14/4/2026 17:23
Indonesia Terbuka 2026: Pembuktian Karakter Agresif Febi dan Debut Joaquin
Ilustrasi(MI/KHOERUN NADIF RAHMAT)

PASANGAN ganda putri Febi Setianingrum dan ganda putra Nicolaus Joaquin siap membawa semangat juang tinggi dan karakter permainan agresif saat melakoni laga di turnamen Indonesia Terbuka 2026 di Istora Gelora Bung Karno pada 2-7 Juni mendatang.

Bagi Febi Setianingrum, yang berpasangan dengan Rachel Allessya Rose, turnamen itu menjadi panggung untuk terus mematangkan progres permainan mereka yang sudah berjalan hampir satu tahun. Pasangan itu dikenal memiliki gaya main yang menekan dan cenderung galak di atas lapangan.

Febi menjelaskan bahwa karakter "galak" dan judes yang kerap mereka tunjukkan di lapangan bukanlah tanpa alasan, melainkan representasi dari keinginan kuat untuk terus menekan lawan.

"Mungkin dari sama-sama karakter kita masing-masing kayak mau main neken gitu," ungkap Febi kepada pewarta, di Jakarta pada Selasa (14/4).

Meski memiliki kecenderungan menyerang, Febi menekankan bahwa mereka tetap fleksibel dalam menerapkan strategi di lapangan.

"Ya tergantung lawannya juga sih. Jadi kalau misalnya kita neken tapi kita nggak dapet poin, kita merubah cara permainan, mungkin kita lebih defense," tambahnya.

Sementara itu, bagi Nicolaus Joaquin, Indonesia Terbuka 2026 menjadi momen spesial karena merupakan penampilan perdananya di turnamen level BWF Super 1000 itu.

Berpasangan dengan Raymond Indra, Joaquin membawa ambisi untuk bisa melangkah sejauh mungkin di Istora yang dikenal sebagai kiblat bulu tangkis Indonesia.

"Kalau harapannya pasti pengen penampilan yang terbaik kan. Apalagi kita main di tuan rumah, di Istora. Pastinya saya pengen main sampai selama-lamanya, bermain di Istora. Cuma memang itu nggak mudah karena memang atlet-atlet lain pun maunya juga mau juara juga," kata Joaquin.

Menanggapi progres karier mereka yang dianggap melesat cepat, Joaquin mengaku tidak ingin terbebani dan justru menjadikannya sebagai motivasi.

Baginya, kecepatan dalam menembus level atas harus diimbangi dengan disiplin dan kerja keras yang berlipat ganda.

"Kalau bisa cepat kenapa enggak? Cuma memang gimana cara kita untuk naik ke atasnya lagi, kan memang nggak gampang untuk nembus top level. Jadi itu mungkin dari kitanya harus lebih, lebih giat lagi latihannya, lebih disiplin, dan mindset kita harus ke depan terus, nggak boleh setengah-setengah," tegas Joaquin.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Subagja menegaskan bahwa induk organisasi bulu tangkis nasional mematok target tinggi bagi para atlet Indonesia yang akan berlaga di turnamen level BWF Super 1000, Indonesia Terbuka 2026.

Tampil di hadapan publik sendiri, para pebulu tangkis diharapkan mampu memanfaatkan status tuan rumah sebagai suntikan motivasi untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.

"Untuk target, tentu kami berharap para atlet Indonesia dapat memberikan penampilan yang terbaik dan meraih hasil maksimal di turnamen ini. Bermain di kandang sendiri harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil lebih percaya diri, sekaligus memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia," ujar Ricky.

Selain mengejar podium juara, Ricky menekankan bahwa turnamen itu menjadi indikator penting dalam mengukur perkembangan mentalitas dan kegigihan para atlet saat berhadapan dengan pemain-pemain elite dunia di kasta tertinggi.

"Namun yang tidak kalah penting, kami juga ingin melihat progres dan daya juang atlet-atlet kita dalam menghadapi kompetisi di level tertinggi dunia," pungkasnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya