Ambisi Jonatan Christie dan Putri KW Bidik Gelar di Indonesia Terbuka 2026

Khoerun Nadif Rahmat
14/4/2026 17:04
Ambisi Jonatan Christie dan Putri KW Bidik Gelar di Indonesia Terbuka 2026
PEBULU tangkis tunggal putra Jonatan Christie dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani menegaskan kesiapan mereka di turnamen Indonesia Terbuka 2026.(Dok.)

PEBULU tangkis tunggal putra Jonatan Christie dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani menegaskan kesiapan mereka untuk tampil maksimal demi mengejar ambisi pribadi meraih gelar juara di turnamen Indonesia Terbuka 2026 yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, 2–7 Juni mendatang.

Turnamen level BWF World Tour Super 1000 itu menjadi salah satu target utama bagi Jonatan mengingat dirinya belum pernah mencicipi podium tertinggi di ajang tersebut.

Keinginan untuk melengkapi koleksi gelar di Istora, setelah sebelumnya sukses di Asian Games dan Indonesia Masters, menjadi motivasi tambahan bagi pemain yang akrab disapa Jojo itu.

"Ya, pertama pasti ada rasa penasaran itu tersendiri karena Indonesia Open saya belum pernah menjuarai. Itu juga salah satu yang menjadi target pribadi saya. Karena bagaimanapun juga Indonesia Open adalah salah satu turnamen terbaik di dunia yang saya juga berharap bisa mendapatkan gelarnya," kata Jojo.

Menatap persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, Jojo menilai peringkat dunia kini tidak lagi menjadi jaminan mutlak.

Menurutnya, perkembangan teknologi olahraga atau sport science telah membantu pemain dari berbagai negara untuk bersaing di level atas, sehingga setiap pemain memiliki peluang yang sama.

"Banyak atlet terutama tunggal putra sekarang yang perkembangannya cukup pesat. Mungkin di zaman sekarang juga sport science itu sangat lebih cukup penting. Jadi kembali lagi ke diri kita masing-masing, kita bisa menampilkan semaksimal apa untuk bersaing di kompetisi yang saat ini," imbuh Jonatan.

Senada dengan Jonatan, Putri Kusuma Wardani yang kini menduduki peringkat enam dunia juga memendam ambisi besar.

Putri mengaku sangat penasaran untuk bisa menembus babak-babak akhir di hadapan publik sendiri, terutama karena ia belum pernah mencapai babak semifinal selama bermain di Indonesia.

"Target pribadi yang pasti pengen dapat hasil yang terbaik di Polytron Indonesia Open. Penasaran juga sebetulnya, kan main di Indonesia aku kayak sampai semifinal tuh belum pernah ada ya. Penasaran," tutur Putri.

Putri mengakui bahwa persaingan di sektor tunggal putri menuntut tingkat konsentrasi dan daya tahan yang sangat tinggi. Menurutnya, kunci untuk bisa bersaing dengan pemain-pemain di jajaran lima besar dunia adalah menjaga fokus sejak awal hingga akhir pertandingan.

"Kalau untuk di tunggal putri, menurut aku yang lebih ininya tuh dari kayak konsistensi di dalam lapangannya. Memang nggak mudah untuk bisa lawan top satu, top dua, dan sampai top lima itu. Kayak harus bener-bener kitanya juga dari awal sampai akhir dari fokus dan konsistensi polanya," pungkasnya.

Di lain sisi, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Subagja menegaskan bahwa induk organisasi bulu tangkis nasional mematok target tinggi bagi para atlet Indonesia yang akan berlaga di turnamen level BWF Super 1000, Indonesia Terbuka 2026.

Tampil di hadapan publik sendiri, para pebulu tangkis diharapkan mampu memanfaatkan status tuan rumah sebagai suntikan motivasi untuk memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.

"Untuk target, tentu kami berharap para atlet Indonesia dapat memberikan penampilan yang terbaik dan meraih hasil maksimal di turnamen ini. Bermain di kandang sendiri harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil lebih percaya diri, sekaligus memberikan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia," ujar Ricky.

Selain mengejar podium juara, Ricky menekankan bahwa turnamen itu menjadi indikator penting dalam mengukur perkembangan mentalitas dan kegigihan para atlet saat berhadapan dengan pemain-pemain elite dunia di kasta tertinggi.

"Namun yang tidak kalah penting, kami juga ingin melihat progres dan daya juang atlet-atlet kita dalam menghadapi kompetisi di level tertinggi dunia," pungkasnya. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya