Jonatan Christie Optimistis Indonesia Juara Grup D Piala Thomas

Basuki Eka Purnama
15/4/2026 09:19
Jonatan Christie Optimistis Indonesia Juara Grup D Piala Thomas
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie(MI/RAMDANI)

TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, menyatakan optimismenya dalam menatap fase penyisihan grup Piala Thomas 2026. Berdasarkan hasil undian, tim Merah Putih tergabung dalam Grup D bersama Prancis, Tailan, dan Aljazair.

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini menilai peluang Indonesia untuk melaju ke babak gugur cukup terbuka lebar. Meski demikian, ia memberikan catatan khusus terhadap kekuatan Prancis dan Tailan yang diprediksi akan menjadi batu sandungan utama dalam turnamen yang akan digelar di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei mendatang.

“Kalau melihat di atas kertas, mungkin dari Prancis kans gandanya lebih besar. Untuk Tailan di sektor tunggal mungkin 50-50, tapi kami tetap optimistis bisa tampil terbaik dan semoga bisa menjadi juara grup,” ujar Jonatan saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/4).

Waspadai Kekuatan Eropa dan Thailand

Prancis datang ke ajang ini dengan status yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka baru saja menjuarai Kejuaraan Beregu Putra Eropa 2026 setelah menumbangkan raksasa bulu tangkis Eropa, Denmark, dengan skor tipis 3-2.

Kekuatan utama Prancis terletak pada regenerasi pemain muda mereka yang sangat cepat, seperti Christo Popov, Toma Junior Popov, dan Alex Lanier di sektor tunggal. Sementara di sektor ganda, kombinasi keluarga Popov dan Thom Gicquel menjadi ancaman serius.

Di sisi lain, Tailan masih mengandalkan juara dunia Kunlavut Vitidsarn sebagai motor serangan utama. Kekuatan mereka kian solid dengan kehadiran Panitchaphon Teeraratsakul yang kini menembus jajaran 30 besar dunia, serta pengalaman Dechapol Puavaranukroh di sektor ganda.

Peta Persaingan Grup D Piala Thomas 2026

Negara Pemain Kunci / Kekuatan
Indonesia Jonatan Christie, Anthony Ginting, Fajar Alfian
Prancis Popov Brothers, Alex Lanier, Thom Gicquel
Thailand Kunlavut Vitidsarn, Dechapol Puavaranukroh
Aljazair Kekuatan kuda hitam Afrika

Kombinasi Senior-Junior Indonesia

Menghadapi persaingan yang semakin merata, Indonesia menurunkan skuad yang memadukan pengalaman pemain senior dengan semangat pemain muda. Nama-nama besar seperti Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama, dan Moh Reza Pahlevi Isfahani akan menjadi tulang punggung tim.

Selain itu, tim pelatih juga memberikan kepercayaan kepada talenta muda seperti Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin untuk merasakan atmosfer turnamen beregu paling bergengsi di dunia ini.

“Dengan peta kekuatan sekarang yang makin merata, siapa pun bisa menang. Saya harap kombinasi pemain senior dan junior bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang Piala Thomas ke Tanah Air,” tegas Jonatan.

Misi Mengembalikan Tradisi Juara

Indonesia merupakan negara tersukses dalam sejarah Piala Thomas dengan koleksi 14 gelar juara. Namun, dalam dua edisi terakhir, dominasi Merah Putih sempat terhenti oleh India (2022) dan China (2024).

Rekam Jejak Juara Piala Thomas Indonesia

Era Tahun Juara
Awal Dominasi 1958, 1961, 1964
Era 70-an 1970, 1973, 1976, 1979
Era 80-an 1984
Masa Keemasan 1994, 1996, 1998, 2000, 2002
Gelar Terakhir 2020 (digelar 2021)

Kemenangan terakhir Indonesia diraih pada edisi 2020 di Aarhus, Denmark, setelah mengalahkan Tiongkok dengan skor telak 3-0 di partai final. Jonatan Christie berharap memori manis di tanah Denmark tersebut dapat terulang kembali tahun ini guna menambah koleksi trofi ke-15 bagi Indonesia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya