Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, harus menyudahi langkahnya lebih awal di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026. Meski kalah, pemain yang akrab disapa Ubed ini mengaku memetik pelajaran berharga mengenai ketahanan mental setelah menghadapi wakil Jepang, Koki Watanabe.
Bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, Tiongkok, pada Rabu (9/4), Ubed sebenarnya sempat memberikan harapan besar dengan mengamankan gim pertama. Namun, Watanabe berhasil bangkit dan membalikkan keadaan melalui pertarungan sengit tiga gim yang berakhir dengan skor 21-15, 14-21, dan 18-21 untuk keunggulan wakil Negeri Sakura tersebut.
Ubed mengakui bahwa secara teknis ia mampu mengimbangi permainan Watanabe. Namun, perubahan tempo yang dilakukan lawan pada gim kedua membuatnya kesulitan untuk mempertahankan dominasi.
"Di gim kedua saya kalah cepat, lawan lebih mengontrol permainan dan di situ saya kaget," ungkap Ubed usai pertandingan.
Memasuki gim penentuan, tensi pertandingan semakin memanas. Ubed sempat memimpin perolehan poin, namun fokusnya terganggu pada fase-fase krusial akibat keputusan wasit yang dinilainya kontroversial.
"Tadi ada kesalahan sedikit antara bola keluar dan masuk, wasit mengoreksi menjadi keluar padahal kelihatan masuk. Mungkin dari situ saya agak goyah," tambahnya.
Bagi Ubed, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar, terutama mengenai aspek mentalitas di lapangan. Ia memuji daya juang Watanabe yang tetap tenang dan gigih meski sempat berada dalam posisi tertekan di gim pertama dan awal gim ketiga.
"Keunggulan lawan adalah dia punya rasa tidak mau kalah yang bagus, padahal di gim pertama dan ketiga dia sudah goyah. Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk evaluasi lagi ke depannya," tegas Ubed.
Pengalaman menghadapi pemain dengan ketahanan mental tinggi seperti Watanabe diyakini akan menjadi modal penting bagi Ubed untuk meningkatkan kematangan permainannya di turnamen-turnamen mendatang. (Ant/Z-1)
| Detail Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Turnamen | Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 |
| Babak | 32 Besar |
| Lokasi | Ningbo Olympic Sports Center, China |
| Lawan | Koki Watanabe (Jepang) |
| Skor Akhir | 21-15, 14-21, 18-21 |
| Durasi/Waktu | Rabu, 09 April 2026 |
Korea Selatan menjadi juara umum Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026 setelah meraih tiga gelar, sementara Indonesia raih dua perunggu. Tiongkok dapat dua gelar.
Dua wakil Indonesia, Fajar/Fikri dan Tiwi/Fadia, akan berjuang di semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo, China. Cek jadwalnya!
Ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum soroti aspek keberanian dan ketenangan usai kalah dari wakil Jepang di perempat final BAC 2026.
Ganda putra Devin/Faathir petik pelajaran berharga usai kalah dari unggulan pertama di BAC 2026.
Langkah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah terhenti di 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026 usai kalah dari unggulan pertama asal China.
Alwi Farhan petik pelajaran berharga usai kalah dari Kodai Naraoka di BAC 2026. Alwi kini fokus persiapan Thomas Cup 2026.
Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal melaju ke perempat final BAC 2026 usai takluk dari wakil Taiwan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved