Misi Tim Merah Putih Jaga Kebanggaan di Indonesia Terbuka 2026

Khoerun Nadif Rahmat
14/4/2026 16:48
Misi Tim Merah Putih Jaga Kebanggaan di Indonesia Terbuka 2026
Turnamen kategori BWF World Tour Super 1000 ini kembali memilih Istora Gelora Bung Karno, Senayan, sebagai panggung persaingan para pebulu tangkis elite dunia.(Dok. PBSI)

PERSATUAN Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan gelaran turnamen bulu tangkis bergengsi Polytron Indonesia Terbuka 2026 yang akan berlangsung pada 2 hingga 7 Juni mendatang.

Turnamen kategori BWF World Tour Super 1000 ini kembali memilih Istora Gelora Bung Karno, Senayan, sebagai panggung persaingan para pebulu tangkis elite dunia.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Subagja menegaskan bahwa ajang tersebut bukan sekadar turnamen rutin.

"Bagi kami di PBSI, Indonesia Open bukan sekadar turnamen, tapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet nasional untuk bersaing di level tertinggi dan mengukur kemampuan meski menghadapi pemain elit dunia," ujar Ricky kepada pewarta.

Ricky menyadari tantangan berat yang dihadapi skuad Merah Putih mengingat fluktuasi prestasi dalam beberapa bulan terakhir, terutama di level turnamen tinggi.

Namun, ia menekankan bahwa bermain di kandang sendiri harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet.

"Kita sangat berharap gelar itu bisa dijaga. Fokus dan disiplin mereka harus terus ditingkatkan dari turnamen ke turnamen hingga memungkinkan dalam dirinya 2028 harus tampil di sana," tambahnya.

Ketua Panitia Pelaksana Ahmad Budiarto menjelaskan bahwa Polytron Indonesia Open 2026 akan mengusung konsep "Pride of the Nation" dengan menggabungkan aspek olahraga dan hiburan melalui sentuhan teknologi mutakhir.

Panitia berupaya menciptakan interaksi yang lebih intim antara penonton dan atlet melalui penggunaan berbagai layar videotron di area Istora.

"Kita menggabungkan antara kemajuan teknologi dengan sport, ini gabungan sport dan entertainment. Tiket yang kita siapkan pun betul-betul tiket yang sangat bersahabat dan tidak memberatkan kantong para penggemar," pungkas Ahmad.

Di sisi lain, Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan bahwa kehadiran inovasi teknologi keberlanjutan dalam Polytron Indonesia Terbuka 2026 merupakan bagian dari visi besar perusahaan. 

"Indonesia Open dan Polytron memiliki kesamaan DNA yang sangat kuat; kami berakar dari Indonesia, tumbuh bersama rakyat, dan kini menjadi kebanggaan di tengah kompetisi merek global," ujarnya. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya