Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ELECTRONIC Sports atau E-Sports akan dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2019 yang akan diselenggarakan di Filipina. Mobile Legends: Bang-Bang menjadi salah satu gim yang dipertandingkan. Pengembang game Mobile Legends Moonton menyambut baik hal itu dan senang dengan banyaknya jumlah pemain di Asia Tenggara.
"Pihak Moonton Mobile Legends sangat senang karena ternyata penyelenggara SEA Games percaya ke kami bahwa Mobile Legends adalah game E-Sports terbesar di Asia Tenggara," kata E-Sports Manager Moonton Indonesia Lius Andre di Jakarta, Selasa (15/1).
"Mobile Legends menempati peringkat pertama di daftar gim di beberapa negara di Asia Tenggara, contohnya Filipina, Myanmar, Indonesia terutama, dan ada Malaysia dan Singapura juga," sambung dia.
Baca Juga: PB ISSI Siapkan Atlet Muda di SEA Games Filipina
Hal lain yang menurut Lius menjadi alasan Mobile Legends begitu besar di Asia Tenggara adalah karena game mobile tersebut mudah dipelajari dan mudah dimainkan.
"Semua orang bisa main di ponsel yang spesifikasinya rendah, itu tetap bisa main Mobile Legends, dan dari sana bisa main bareng, bisa makin akrab dengan teman-teman," kata Lius.
Meski begitu, ketenaran Mobile Legends dirasa belum begitu kuat di luar Asia Tenggara. Untuk mengatasi hal itu, Lius mengatakan akan diadakan turnamen Mobile Legends World Tournament. Dia juga optimis Mobile Legends akan dipertandingkan di ajang olahraga tingkat dunia. "Saya yakin karena kita terus berjuang," ujar Lius.
Selain Mobile Legends, Dota 2, Starcraft II, Tekken 7, Arena of Valor, dan NBA 2K19 juga akan melengkapi cabang olahraga E-Sports di SEA Games. Nama-nama itu dikategorikan dalam gim konsol (NBA 2K19 dan Tekken 7), gim PC (Dota 2 dan StarCraft II), dan gim mobile (Mobile Legends dan Arena of Valor). (OL-7)
Penguatan ekonomi hijau di kawasan ASEAN membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga internasional.
Menelusuri sejarah tuan rumah bersama Piala Dunia, mulai dari edisi 2002 hingga rencana ambisius 2026 dan peluang negara ASEAN di masa depan.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam pengendalian kebakaran hutan.
Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo memprioritaskan ASEAN di tengah konflik global, sambil tetap menjalin kerja sama dengan Rusia dan Prancis.
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan skuat Garuda tidak merasa inferior menghadapi TailanĀ di final Kejuaraan ASEAN Futsal 2026.
Ia menyinggung, selama ini posisi Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar Asia Tenggara dalam berbagai indikator global. Namun, hasil
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved