Wagub Jateng Lepas Kloter Pertama Haji 2026 di Embarkasi Solo

Widjajadi
22/4/2026 10:29
Wagub Jateng Lepas Kloter Pertama Haji 2026 di Embarkasi Solo
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen melepas kloter 1 dari kabupaten Tegal menuju Madinah dari Embarkasi Solo.(MI/Widjajadi)

WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah tahun 1447 H/2026 M. Pelepasan berlangsung di Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali, pada Rabu (22/4/2026) dini hari pukul 01.05 WIB.

Kloter pertama yang dikenal dengan kode SOC 1 ini memberangkatkan 360 jemaah asal Kabupaten Tegal. Mereka terbang menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6101. Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap instruksi petugas selama di Tanah Suci.

“Yang paling penting diperhatikan di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH. Jaga stamina, kesehatan, dan kekompakan karena perjalanan ibadah ini berlangsung panjang, sekitar 40 hari,” ujar Taj Yasin.

Rincian Kuota dan Jalur Keberangkatan

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (dahulu disebut Kanwil Kemenag/Kementerian Haji dan Umrah) Jawa Tengah, total kuota jemaah haji tahun ini mencapai 34.122 orang. Operasional keberangkatan dibagi melalui dua pintu utama, yakni Embarkasi Solo dan Embarkasi Yogyakarta.

Kategori Jemaah/Fasilitas Jumlah/Keterangan
Jemaah Urut Porsi 32.138 Orang
Prioritas Lansia 1.706 Orang
Petugas Haji Daerah 191 Orang
Pembimbing KBIH 87 Orang
Total Kuota Jateng 34.122 Orang
Embarkasi Solo (SOC) 81 Kloter
Embarkasi Yogyakarta (PDG) 15 Kloter (Eks Karesidenan Kedu)

Kesiapan Kesehatan dan Istitha'ah

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, memastikan bahwa seluruh jemaah telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat. Fokus utama panitia adalah memverifikasi kembali hasil istitha’ah (kemampuan) kesehatan fisik dan mental jemaah.

Meski kloter 1 dinyatakan dalam kondisi aman, Yunita melaporkan adanya dinamika kesehatan pada kloter berikutnya. Pada kloter 2, terdapat dua jemaah yang harus dirujuk ke RS Moewardi. Sementara pada kloter 3, dua jemaah diminta beristirahat dan satu orang lainnya masih dalam observasi medis.

“Kondisi tersebut tidak otomatis membatalkan keberangkatan. Tim medis bersiaga 24 jam untuk melakukan asesmen khusus guna menentukan kelayakan terbang. Prinsipnya, berangkat sehat, pulang pun sehat,” tegas Yunita.

Kisah Haru Penantian 14 Tahun

Di antara ratusan jemaah, terselip kisah haru dari Maliyah, 75, warga Margasari, Kabupaten Tegal. Meski harus menggunakan kursi roda, raut bahagia terpancar dari wajahnya setelah menanti keberangkatan selama 14 tahun.

“Dulu daftar bersama suami, tapi suami sudah meninggal empat tahun lalu. Sekarang berangkat didampingi menantu. Sempat opname juga sebelum ini, tapi alhamdulillah hasil analisis konteks saat ini kesehatan tadi sudah bagus dan diizinkan berangkat,” tutur Maliyah penuh syukur.

Senada dengan itu, Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC, Ahmad Risyanto, memberikan apresiasi terhadap manajemen haji tahun ini. Menurutnya, layanan administrasi, pembagian kebutuhan jemaah, hingga kejelasan alur di embarkasi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, serta jajaran unsur pemerintah daerah dan tokoh organisasi keagamaan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya