Maliyah Berangkat Haji Usai 14 Tahun Menunggu, Kisah Haru dari Tegal

Widjajadi
22/4/2026 10:42
Maliyah Berangkat Haji Usai 14 Tahun Menunggu, Kisah Haru dari Tegal
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen melepas kloter 1 dari kabupaten Tegal menuju Madinah dari Embarkasi Solo.(Pemprov jateng)

SETELAH menanti 14 tahun, akhirnya Maliyah, jemaah haji warga Margasari Kabupaten Tegal, akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji. Meski menggunakan kursi roda, Maliyah tetap bersyukur bisa berangkat haji lantaran sebelumnya sempat sakit. 

"Sempat opname. Tapi alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan tadi sudah bagus," kata dia.

Dia menuturkan, saat daftar haji dengan suami, tapi sudah meninggal 4 tahun lalu. "Sekarang berangkat dengan menantu,” ucap lansia berusia 75 tahun itu.

Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC asal Kabupaten Tegal, Ahmad Risyanto menyebut pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama dalam pembagian kebutuhan jemaah, layanan administrasi, dan kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini saya kira dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya. 

Pelepasan kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah itu dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali, Rabu (22/4/2026) dinihari pukul 01.05 wib. Acara pelepasan kloter pertama ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab, jajaran penyelenggara haji, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah tokoh organisasi keagamaan.

Jemaah SOC 1 dari Kabupaten Tegal terbang menggunakan  pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.  "Yang paling penting diperhatikan di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujar Taj Yasin saat melepas 360 jemaah dari Kabupaten Tegal itu.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng, kuota jemaah haji Jawa Tengah tahun ini sebanyak 34.122 orang, meliputo 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).  

Jemaah haji Jawa Tengah pada musim haki 2026, diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari eks karesidenan Kedu dari Embarkasi Yogyakarta.

Wagub Taj Yasin berpesan kepada jemaah haji selama di Tanah Suci, untuk selali menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah serta Indonesia. Juga mengikuti arahan pembimbing dan jadwal yang telah disusun. 

Politisi PKB ini menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan, mengingat perjalanan ibadah haji berlangsung panjang, sekitar 40 hari. " Jadi harus selalu jaga stamina, jaga kesehatan dan kekompakan," tandas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Kusminar mengatakan, panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap dokumen resmi yang menyatakan kemampuan calon jemaah dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Ia menyebut kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih diobservasi.

Dia katakan,  kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus oleh tim medis yang bersiaga 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jamaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya