Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PROVINSI Jawa Tengah kini telah memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim penghujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai di tengah masa peralihan ini.
Berdasarkan pemantauan pada Selasa (14/4), cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir masih kerap terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini memicu peringatan dini terkait ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menyatakan bahwa meskipun cuaca ekstrem masih berlangsung, musim kemarau diprediksi akan mulai mendominasi pada Mei 2026 mendatang. "Warga Jawa Tengah saat ini tetap diminta untuk waspada potensi cuaca ekstrem selama masa transisi musim, karena berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Goeroeh.
Secara umum, awal musim kemarau di Jawa Tengah diprediksikan terjadi pada Mei 2026. Namun, beberapa wilayah terpantau sudah memulai masa kemarau sejak awal April, sementara wilayah lainnya baru akan memasuki musim kering pada Juni 2026.
Goeroeh menjelaskan bahwa fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam kondisi netral dengan indeks -0.28 dan diperkirakan bertahan hingga semester I 2026. Demikian pula dengan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase netral.
"Anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia periode Maret hingga Agustus 2026 diprediksikan didominasi oleh kondisi normal hingga anomali positif (lebih hangat) dengan kisaran +0.5 hingga +2.0 derajat Celsius. Monsun Australia diprediksi akan mulai dominan pada Mei 2026," tambahnya.
Musim kemarau di Jawa Tengah tahun ini diperkirakan memiliki durasi yang beragam, mulai dari durasi pendek (10-12 dasarian) hingga durasi panjang yang mencapai 25-27 dasarian atau sekitar 8-9 bulan. Secara umum, rata-rata durasi kemarau berlangsung selama 16-18 dasarian (5-6 bulan).
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah dengan durasi kemarau panjang untuk mulai melakukan langkah mitigasi terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan di bulan-bulan mendatang. (I-2)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jawa Barat akan dilanda kekeringan ekstrem pada tahun ini. Musim kemarau 2026 datang lebih awal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved