Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba, BMKG Prediksi Kemarau Mulai Mei

Akhmad Safuan
14/4/2026 13:17
Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba, BMKG Prediksi Kemarau Mulai Mei
Puncak kawah Gunung Ungaran, Jawa Tengah mengepulkan kabut dan asap cukup tebal.(MI/Akhmad Safuan)

PROVINSI Jawa Tengah kini telah memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim penghujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai di tengah masa peralihan ini.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (14/4), cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir masih kerap terjadi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini memicu peringatan dini terkait ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menyatakan bahwa meskipun cuaca ekstrem masih berlangsung, musim kemarau diprediksi akan mulai mendominasi pada Mei 2026 mendatang. "Warga Jawa Tengah saat ini tetap diminta untuk waspada potensi cuaca ekstrem selama masa transisi musim, karena berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi," ujar Goeroeh.

Prediksi Awal Musim Kemarau

Secara umum, awal musim kemarau di Jawa Tengah diprediksikan terjadi pada Mei 2026. Namun, beberapa wilayah terpantau sudah memulai masa kemarau sejak awal April, sementara wilayah lainnya baru akan memasuki musim kering pada Juni 2026.

Goeroeh menjelaskan bahwa fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam kondisi netral dengan indeks -0.28 dan diperkirakan bertahan hingga semester I 2026. Demikian pula dengan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase netral.

"Anomali suhu permukaan laut perairan Indonesia periode Maret hingga Agustus 2026 diprediksikan didominasi oleh kondisi normal hingga anomali positif (lebih hangat) dengan kisaran +0.5 hingga +2.0 derajat Celsius. Monsun Australia diprediksi akan mulai dominan pada Mei 2026," tambahnya.

Variasi Durasi Kemarau di Berbagai Wilayah

Musim kemarau di Jawa Tengah tahun ini diperkirakan memiliki durasi yang beragam, mulai dari durasi pendek (10-12 dasarian) hingga durasi panjang yang mencapai 25-27 dasarian atau sekitar 8-9 bulan. Secara umum, rata-rata durasi kemarau berlangsung selama 16-18 dasarian (5-6 bulan).

Daftar Wilayah Berdasarkan Durasi Musim Kemarau:
  • Durasi Singkat (10-12 Dasarian): Kabupaten Purbalingga, sebagian besar Banyumas, Banjarnegara, serta sebagian kecil wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Kebumen, Pekalongan, Batang, dan Wonosobo.
  • Durasi Menengah (19-21 Dasarian): Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Kabupaten Kudus, Grobogan, Sragen, sebagian besar Kota Semarang, Demak, Blora, Karanganyar, dan Wonogiri.
  • Durasi Panjang (22-24 Dasarian): Sebagian wilayah Jepara, Pati, dan sebagian besar Kabupaten Rembang.
  • Durasi Terlama (25-27 Dasarian): Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah dengan durasi kemarau panjang untuk mulai melakukan langkah mitigasi terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran lahan di bulan-bulan mendatang. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya