Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Papua Barat Daya kembali mencatatkan langkah signifikan. Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV resmi dimulai yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) di Kampung Klatifi, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, pada Sabtu (11/4/2026).
Proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas masyarakat setempat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Kegiatan ground breaking ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan unsur TNI-Polri. Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., yang hadir mewakili Wali Kota Sorong, menekankan bahwa pembangunan ini adalah langkah strategis untuk memutus isolasi geografis di beberapa titik.
“Sinergi antara Pemerintah Daerah dan TNI sangat krusial dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anshar Karim dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Drs. Suardi Thamal, MM., yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek yang melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga lokal.
Komandan Korem 181/PVT, Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., menjelaskan bahwa Jembatan Garuda merupakan bagian dari ambisi besar pemerintah pusat untuk membangun hingga 7.000 jembatan di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026. Untuk wilayah Papua Barat Daya, pembangunan tahap IV ini mencakup beberapa titik krusial.
Berikut adalah rincian sebaran pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV di wilayah Papua Barat Daya:
| Lokasi Pembangunan | Cakupan Wilayah | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Kota Sorong | Kampung Klatifi, Distrik Sorong Barat | Akses pendidikan, kerja, dan perkebunan |
| Kabupaten Raja Ampat | Titik strategis wilayah kepulauan | Konektivitas antardistrik |
| Kabupaten Sorong Selatan | Area pedalaman dan pesisir | Pemerataan infrastruktur dasar |
| Kabupaten Maybrat | Wilayah pegunungan dan pemukiman | Percepatan distribusi logistik |
Brigjen TNI Slamet Riadi menambahkan bahwa fungsi jembatan ini sangat vital bagi aktivitas harian warga. Dengan adanya jembatan yang layak, akses anak-anak menuju sekolah, warga menuju tempat kerja, hingga petani yang hendak membawa hasil kebun ke pasar akan menjadi lebih mudah dan aman.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menyukseskan program ini. Pembangunan ini adalah milik kita bersama demi masa depan Papua Barat Daya yang lebih maju,” pungkas Danrem.
Melalui dimulainya Tahap IV ini, Pemerintah Kota Sorong optimis bahwa peningkatan infrastruktur akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat posisi Sorong sebagai pintu gerbang ekonomi di tanah Papua. (Z-1)
Gubernur Matius Fakhiri menegaskan semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Papua.
Menteri Maruarar didampingi Billy Mambrasar dan Kepala BPS Amalia Adininggar bertemu masyarakat Papua dan mengajak pengusaha properti muda Papua agar terlibat dalam program nasional itu.
Pelaksanaan TKA SD di Kepulauan Yapen, Papua, berjalan lancar. Kisah murid yang menyeberang laut demi ujian jadi bukti semangat pendidikan hingga pelosok.
Gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukan gagasan lahir tanpa dasar, melainkan bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa.
Kemenhut juga akan memediasi kedua perusahaan untuk membahas penataan batas persekutuan atau kemungkinan solusi lain termasuk lahan pengganti.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa temuan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok yang curiga
Warga Dusun Ciharashas dan Dusun Cijambe, Desa Caringin, dapat menikmati akses yang lebih aman dan layak setelah diresmikannya Jembatan Amanah
Siswa di daerah itu terpaksa berangkat dan pulang sekolah dengan melintasi pipa air karena jembatan yang biasa mereka lalui ambruk dan tak kunjung dibangun kembali.
Kabupaten Bekasi dengan luas wilayahnya masih membutuhkan banyak pembangunan jembatan penghubung.
Ratusan jembatan itu dibangun untuk membantu masyarakat di daerah terdampak bencana dan wilayah-wilayah yang membutuhkan akses penghubung.
Seorang jenderal bintang empat memimpin langsung pembangunan jembatan, baik yang berukuran besar maupun jembatan kecil yang berada di desa-desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved