Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAJIN tempe di Kabupaten Purwakarta,Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor dan plastik yang merupakan bahan baku. Untuk bertahan dalam memproduksi tempe, para perajin di Kampung Lodaya, Nagri Kidul Purwakarta ini harus mengambil siasat agar produksi tetap jalan namun tidak merugi.
Kenaikan harga plastik yang disusul naiknya harga kedelai, membuat perajin tempe di Purwakarta, Jawa Barat, harus memutar otak agar usahanya terus berjalan. Salah satu cara yang akhirnya menjadi pilihan adalah mengurangi ukuran tempe
Salah satu perajin yang terdampak atas kenaikan harga plastik dan kedelai ini adalah Sujoyo di Kampung Lodaya Kelurahan Nagri Kidul Purwakarta.
"Harga plastik pembungkus naik drastis, dari Rp 33 ribu menjadi Rp55 ribu."kata Sujono.Jumat (10/4).
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada plastik. Harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tempe juga naik."
Kedelai juga naik, dari Rp9.000-an sekarang hampir Rp11.000 per kilogram,"ujarnya.
Menghadapi situasi ini, Sujoyo mengaku harus mencari solusi agar produksinya tetap berjalan tanpa kehilangan pelanggan. Sujoyo memilih opsi mengurangi ukuran produk daripada menaikkan harga jual.
"Harganya tetap, tidak bisa dinaikkan begitu saja, takut tak laku. Jadi ukuranya yang dikurangi," tambahnya.
Sujoyo mencontohkan, bungkusan tempe yang semula berisi kedelai dengan takaran 1 kg 40 ons. Kini dipangkas menjadi 1 kg 30 ons.
"Saat ini, saya menjual dua varian tempe. Ukuran Besar Rp 15.000 (takaran 1 kg 30 ons) dan ukuran kecil seharga Rp 5.000," tandasnya.
Menurutnya, langkah tersebut terpaksa dilakukan agar usaha tetap berjalan, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membayar upah karyawan. Meski begitu, ia mengakui pendapatan tetap menurun.
"Keuntungan kami memang tidak besar, yang penting cukup untuk keluarga dan karyawan. Tapi tetap saja sekarang terasa berat," pungkasnya.(H-4)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketua DPR Puan Maharani mendorong masyarakat dan UMKM beralih ke kemasan alami seperti daun pisang di tengah lonjakan harga plastik.
Pemkot Ambon siapkan aturan pembatasan dan dorong warga beralih ke bahan ramah lingkungan. Harga kantong plastik di Ambon melonjak hingga 50 persen.
Keterlambatan distribusi Minyakita dan beras dari bantuan bahan pokok (bapok) dari pemerintah disebabkan masalah kemasan atau plastik pembungkus.
PARA perajin tahu dan tempe di wilayah Priangan Timur kini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Meskipun masih banyak tersedia bahan pengganti yang ramah lingkungan, namun tidak seluruhnya dapat menggantikan plastik untuk menunjang gerak usaha.
Takaran kacang kedelai yang digunakan kini hanya 7 ons, sementara dulunya mencapai 8 ons, sehingga berdampak pada ukurannya yang mengecil
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved