Kasus Campak Dikhawatirkan Melonjak, Pemprov Jawa Tengah Gencarkan Vaksinasi

Akhmad Safuan
09/4/2026 16:20
Kasus Campak Dikhawatirkan Melonjak, Pemprov Jawa Tengah Gencarkan Vaksinasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Pati gencarkan vaksinasi campak mencegah terjadinya lonjakan kasus yang semakin meningkat.(MI/Akhmad Safuan )

KASUS campak di Jawa Tengah melonjak hingga kini mencapai 2.188 kasus. Khawatir terjadinya lonjakan lebih besar, Pemprov Jawa Tengah pun memggencarkan vaksinasi campak.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (9/4) pemerintah daerah dan Provinsi Jawa Tengah terus genjot vaksinasi campak sebagai upaya pencegahan, karena kasus campak tersebut terus meningkat di 35 daerah. 

Pemerintah daerah kini bergerak untuk mewaspadai temuan adanya peningkatan melalui skrining yang dilakukan sejak awal April lalu. 

"Kami mewaspadai dengan terjadinya booming campak akhir-akhir ini terutama di daerah pinggiran," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam.

Hingga saat ini, lanjut Abdul Hakam, di Kudus tercatat sebanyak 464 kasus campak, yakni 257 laki-laki dan 207 perempuan.

 "Ada yang dirawat di ICU rumah sakit tapi belum ada kasus kematian," tambahnya. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pati Salis Diah Rahmawati mengatakan sejak ditetapkan sebagai daerah masuk kejadian luar biasa (KLB) campak, Pemerintah Kabupaten Pati terus gencarkan gerakan vaksinasi hingga ke pelosok desa, terutama pada bayi dan anak-anak yang belum divaksin campak ini. 

"Kita gencarkan vaksinasi hingga ke desa-desa, karena banyak warga terutama anak-anak yang belum divaksin akibat pandemi covid-19 lalu," ujar Salis Diah Rahmawati.

Sementara itu, berdasarkan data dihimpun dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Kamis (9/4) kasus campak di Jawa Tengah melonjak hingga kini mencapai 2.188 tersebar di 35 kabupaten/kota diantaranya yakni Kabupaten Kudus 501 kasus, Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus dan Klaten 54 kasus.

"Positif campak yang sudah dilengkapi pemeriksaan laboratorium 144 kasus dan positif rubella 18 kasus, sedangkan sebaran positif campak tertinggi di Kabupaten Cilacap 21 kasus, Banyumas 20 kasus, Pati 20 kasus serta Klaten 6 kasus campak dan 1rubella," demikian Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar. 

Upaya mengantisipasi melonjaknya kasus campak ini, ungkapnya, yakni dengan menggalakkan imunisasi campak dilakukan serentak bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota agar tidak semakin mewabah. 

"Jika menemukan ciri-ciri ruam merah dan demam maka diminta segera diperiksakan ke dokter atau puskesmas terdekat," ujarnya. 

Selain itu untuk mengakselerasi imunisasi campak, menurut Yunita Dyah Suminar, Pemprov Jawa Tengah akan mengintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hingga ke desa-desa. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya