Waspada Cuaca Ekstrem di 20 Daerah Jawa Tengah, Banjir Demak Mulai Surut

Akhmad Safuan
06/4/2026 10:56
Waspada Cuaca Ekstrem di 20 Daerah Jawa Tengah, Banjir Demak Mulai Surut
Banjir di Demak surut menyisakan kerusakan lingkungan cukup parah dan banyak warga kehilangan tempat tinggal.(MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi wilayah Jawa Tengah pada Senin (6/4). Sebanyak 20 daerah diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Harits Syahid, menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari umumnya berawan dengan hujan ringan di wilayah Pantura. Namun, memasuki siang hingga awal malam, intensitas hujan diperkirakan meningkat secara merata.

"Potensi hujan sedang hingga lebat ini tersebar di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian tengah, Solo Raya, hingga sebagian Pantura. Kami mengimbau warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung," ujar Harits.

Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem

Berikut adalah rincian daerah di Jawa Tengah yang diprediksi mengalami hujan sedang-lebat berdasarkan data BMKG:

Kategori Wilayah Daftar Daerah
Pegunungan & Dataran Tinggi Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Magelang, Bumiayu, Majenang
Solo Raya & Sekitarnya Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Surakarta
Pantura & Lainnya Cilacap, Kebumen, Purworejo, Blora, Batang, Kajen

Selain curah hujan, BMKG mencatat angin bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan 5-30 km/jam. Suhu udara berada pada rentang 18-32 derajat Celcius dengan kelembaban mencapai 60-95 persen. Sementara itu, kondisi gelombang di perairan utara dan selatan Jawa Tengah terpantau melandai (0,5-1,25 meter), meski ancaman banjir rob diprediksi kembali muncul pada Rabu (8/4).

Kondisi Banjir Demak: Air Mulai Surut

Di sisi lain, kabar baik datang dari Kabupaten Demak. Berdasarkan pemantauan pada Senin (6/4), banjir yang merendam 8 desa di 4 kecamatan mulai menunjukkan tren penurunan. Hal ini terjadi setelah warga dan tim gabungan melakukan penambalan darurat pada tanggul sungai yang jebol.

Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyebutkan ketinggian air yang sebelumnya mencapai 1,5 meter kini telah surut hingga tersisa sekitar 0,5 meter. "Warga dibantu tim gabungan melakukan penambalan manual untuk mengurangi aliran air ke pemukiman. Sebagian pengungsi sudah mulai kembali ke rumah," jelasnya.

Data Penanganan Banjir Demak Keterangan
Wilayah Terdampak 8 Desa (Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, Sumberejo, Ploso, Lempuyang, Solowire, Sarimulyo)
Status Ketinggian Air Turun dari 1,5 Meter menjadi 0,5 Meter
Kendala Pembersihan Ketebalan lumpur hingga 50 cm, dilakukan secara manual

Meski air mulai surut, tantangan baru muncul berupa tumpukan sampah dan lumpur tebal. Romdonah (50), warga Guntur, mengaku membutuhkan waktu beberapa hari untuk membersihkan rumahnya. "Kami kerja bakti sejak pagi, tapi karena manual pakai alat sederhana, pembersihan lumpur setebal 50 cm ini memang cukup berat," pungkasnya. (Z-1)

Peringatan: Warga di lereng perbukitan, tebing, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) diminta tetap waspada penuh mengingat intensitas hujan di Jawa Tengah masih tergolong tinggi dalam beberapa hari ke depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya