Penanganan Banjir Demak Dipercepat: Pemprov Jateng Fokus Rehabilitasi dan Penguatan Tanggul

Akhmad Safuan
07/4/2026 19:35
Penanganan Banjir Demak Dipercepat: Pemprov Jateng Fokus Rehabilitasi dan Penguatan Tanggul
Ratusan siswa di Demak tetap berangkat sekolah meskipun banjir.(Dok. MI)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bergerak cepat mengebut penanganan dampak banjir di Kabupaten Demak. Langkah strategis mulai dari fase darurat, pemulihan, hingga pencegahan jangka panjang terus diupayakan agar bencana banjir Demak idak kembali terulang di masa depan.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (7/4/2026), banjir yang melanda delapan desa di empat kecamatan di Kabupaten Demak secara umum telah surut. Meski demikian, sejumlah titik genangan dengan ketinggian 10-50 sentimeter masih terlihat di jalan penghubung, sekolah, tempat ibadah, serta fasilitas umum lainnya, yang menghambat aktivitas warga.

Kondisi di lapangan menunjukkan ratusan siswa sekolah terpaksa menerjang genangan air untuk berangkat dan pulang sekolah. Padahal, ruang kelas telah dibersihkan dari lumpur dan sampah sejak Senin (6/4). Di sisi lain, sejumlah keluarga masih bertahan di pengungsian akibat kehilangan tempat tinggal yang terseret arus banjir sejak Jumat (3/4) lalu.

Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang

Ratusan petugas gabungan dari BPBD, Polri, TNI, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, bersama relawan dan warga, masih berjibaku melakukan penguatan tanggul Sungai Tuntang. Alat berat dikerahkan untuk menambal titik-titik tanggul yang jebol sepanjang 10 hingga 30 meter.

"Sudah kita asesmen, sekarang kita petakan lagi secara detail dan hitung kebutuhannya. Penanganan ini tidak bisa sendiri, harus kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau lokasi banjir di Demak, Selasa (7/4).

Taj Yasin menjelaskan bahwa percepatan pemulihan ini melibatkan berbagai pihak dengan sumber pendanaan yang beragam, mulai dari APBD, APBN, Baznas, hingga PMI. Tenaga perbaikan juga diperkuat oleh relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan.

Strategi Pencegahan Jangka Panjang

Meskipun air mulai surut, satu titik tanggul di Dukuh Solondoko dilaporkan belum tertutup sempurna dan sempat kembali melimpas. Perbaikan darurat segera dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan debit air susulan.

Taj Yasin menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan bukan hanya pada rehabilitasi rumah, tetapi juga pembenahan sistem pengendalian banjir Demak secara menyeluruh. "Pemerintah tidak ingin kejadian serupa terus berulang. Pembenahan sistem pengendalian banjir akan menjadi fokus utama," tegasnya.

Langkah konkret yang sedang disiapkan mencakup penguatan tanggul sungai dari hulu hingga hilir serta revitalisasi sungai secara masif yang melibatkan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah guna memastikan keamanan warga Demak di masa mendatang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya