Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYIKAPI kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini terus meluas di Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau akan segera mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan helikopter water bombing. Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, kegiatan TMC diharapkan dapat kembali meningkatkan curah hujan di Riau. Karena berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini curah hujan di Riau mulai berkurang. “Pada bulan Februari ini curah hujan mulai berkurang terutama di daerah pesisir. Karena itu, kami akan mengajukan bantuan TMC,” kata Jim, Minggu (8/2).
Selain mengajukan TMC, pihaknya juga akan mengajukan bantuan helikopter water bombing. Helikopter ini sangat dibutuhkan untuk memadamkan karhutla yang sulit dijangkau oleh tim darat.
"Bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli juga akan segera kami usulkan,” ujarnya.
Meski demikian, sebelum mengajukan bantuan tersebut, pihaknya terlebih dahulu harus menetapkan status siaga darurat karhutla. Saat ini pihaknya masih menunggu penetapan dari tingkat kabupaten/kota terlebih dahulu.
"Sebelum mengajukan bantuan, kita harus menetapkan status siaga darurat Karhutla terlebih dahulu. Jika sudah ada kabupaten/kota yang menetapkan, maka selanjutnya akan ditetapkan status tingkat provinsi,” ujarnya.
Sementara hingga saat ini menerima laporan masih ada lima daerah yang terjadi Karhutla. Lima daerah tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan dan Kota Dumai.
Untuk Karhutla di lima daerah tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pemadam dan pendinginan. Dalam melakukan pemadaman tersebut, tim dilapangan juga mendapatkan bantuan dari pihak swasta.
"Untuk Karhutla saat ini masih terjadi di Bengkalis, Meranti, Siak, Pelalawan dan Dumai,” pungkasnya. (RK/E-4)
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
DI awal tahun 2026 tren karhutla di Riau kembali meningkat. Hal ini ditandai dengan banyaknya titik api dan meluasnya kawasan terbakar, terutama di wilayah gambut.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Riau sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
PEMERINTAH Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini masih terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Fokus penanganan pemadaman karhutla Riau saat ini berada di beberapa desa di Kecamatan Bengkalis dan sekitarnya
PERKEMBANGAN operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus berlanjut.
Kedua unit pesawat water bombing tersebut merupakan bantuan dari BNPB yang mendarat di Kota Jambi Sabtu (26/7) kemarin.
Polda Riau sedang terus menginvestigasi motif para tersangka di balik insiden Karhutla.
BNPB mengerahkan lima unit helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau
Usulan ini didasarkan pada data BMKG yang memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung pada Juli-Agustus mendatang
Kalsel mengusulkan bantuan masing-masing dua helikopter patroli dan water bombing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved