Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang berlangsung cukup lama setiap sore selama dua hari berturut-turut (Sabtu, Minggu), menguyur wilayah Bogor.
Kondisi itu menyebabkan kadar air dalam tanah dan debit air di hulu sungai meningkat, sehingga terjadi bencana di beberapa titik lokasi di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data bencana hidrometeorologi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor yang diperbaharui pada Senin ( 11/8) hingga pukul 09.00 WIB, ada 65 titik/lokasi bencana yang terjadi pada
9 Agustus hingga 10 Agustus 2025.
Ke-65 titik itu tersebar di 28 desa/kelurahan yang ada di 11 kecamatan. 33 di antaranya adalah bencana banjir, 15 bencana longsor dan 17 titik bencana angin kencang.
Dati kajian cepat prakiraan dampak sementara dari tim BPBD Kabupaten Bogor, ada 940 KK (kepala keluarga) dengan 3.473 jiwa terdampak. Sebanyak 70 rumah mengalami rusak ringan, 49 rusak sedang dan 6 rusak berat. Sedangkan untuk fasilitas umum yang terdampak ada 3 jalan, 1 jembatan, 3 TPT, 1 perikanan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung beberapa lokasi terdampak bencana banjir, diantaranya Pondok Pesantren Umar Bin Khotob, di Kecamatan Kemang dan sejumlah titik di wilayah Kecamatan Rancabungur, yang terdampak banjir.
“Kami hari ini hadir di Kecamatan Kemang, berbagi tugas dengan Wakil Bupati Bogor. Kami bersama OPD terkait meninjau beberapa titik banjir,"kata Bupati Rudy melalui siaran persnya, Senin malam.
"Perhatian ini tidak mengurangi kekhidmatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, namun saudara-saudara kita yang terdampak musibah ini harus segera mendapatkan penanganan, terutama terkait infrastruktur yang rusak,”imbuhnya.
Dia mengatakan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten dalam penanganan bencana.
Ia juga menjelaskan bahwa besok akan dilakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas PSDA.
“Saatnya kita satukan kekuatan anggaran dan sumber daya agar penanganan bencana bisa dilakukan tuntas,” tegas Bupati Bogor.
Bupati Bogor menyampaikan Pemerintah saat ini tengah menginventarisasi jalur air dari hulu hingga hilir untuk menentukan intervensi teknis.
Ia juga mengimbau warga yang memiliki bangunan di bantaran sungai agar membongkar secara mandiri.
“Jangan sampai satu atau dua bangunan mengorbankan ribuan warga lain. Kami ingin Bogor ke depan lebih baik,” ujarnya.
Selain pemukiman, banjir juga berdampak pada Balai Benih Ikan milik Pemkab Bogor. Beberapa indukan dan bibit ikan hanyut terbawa arus. Pemkab Bogor akan segera menyiapkan pengganti agar suplai bibit ke masyarakat tetap berjalan.
Bupati Bogor memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terus diupayakan, termasuk dapur umum, bantuan kasur, selimut, seragam sekolah, dan sembako.
"Besok, alat berat PUPR Kabupaten Bogor akan dikerahkan untuk normalisasi setu dan sungai, meski kewenangannya berada di Provinsi Jawa Barat,"tutupnya.(
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mencatat selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92-97% kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 7 wilayah Jawa Tengah dan ancaman banjir rob setinggi 1 meter di pesisir Pantura pada Sabtu, 25 April 2026.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 22 daerah Jawa Tengah hari ini. Waspada hujan lebat, angin kencang, serta banjir rob di pesisir utara (Pantura).
MASYARAKAT di Kabupaten Bekasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski wilayah itu diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026.
BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved