Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim penghujan di akhir tahun, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep hingga 15 Desember 2024, tercatat 1.243 orang positif DBD. Kasus DBD di Sumenep ini menunjukkan peningkatan sebanyak 136 kasus dibandingkan periode tiga bulan sebelumnya.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini seringkali menjadi masalah kesehatan di negara-negara tropis seperti Indonesia, terutama selama musim hujan.
Gejala umum DBD meliputi demam tinggi disertai gejala seperti flu. Namun, pada kasus yang lebih parah, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pendarahan, penurunan tekanan darah mendadak (syok), hingga kematian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa lonjakan kasus DBD di Sumenep terjadi secara bertahap sepanjang tahun 2024.
Sejumlah kasus DBD di bulan September tercatat sebanyak 1.107 orang. Angka ini kemudian meningkat menjadi 1.154 kasus pada Oktober 2024, dengan delapan kasus di antaranya berujung pada kematian.
"Rata-rata ada penambahan sekitar 45 kasus baru setiap bulan. Namun, kami memperkirakan jumlah ini bisa bertambah lagi karena sisa waktu tahun 2024 masih lebih dari 10 hari," kata Achmad mengutip dari Antara News.
Peningkatan curah hujan menjadi salah satu faktor utama yang menciptakan genangan air. Genangan air ini menjadi tempat perkembangbiakan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebar virus DBD.
Lebih lanjut, Achmad mengungkapkan salah satu daerah yang mengalami peningkatan jumlah kasus DBD adalah kabupaten paling timur di Pulau Madura. Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan adanya peningkatan curah hujan.
Dinkes Kabupaten Sumenep juga mengimbau kepada masyarakat agar segera datang ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala DBD.
Saat ini, gejala DBD yang harus diwaspadai meliputi demam tinggi hingga 40°C selama 2–7 hari, nyeri otot, sendi, sakit kepala, terutama di sekitar dahi, serta nyeri di belakang mata.
Selain itu, ruam kulit di sekitar wajah, leher, lengan, atau kaki, mual, muntah, gusi berdarah, mimisan, hingga sesak napas juga merupakan tanda-tanda yang harus diwaspadai.
Achmad menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya untuk memberantas sarang nyamuk melalui pengasapan, serta mengimbau masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat.
"Saat ini, kami terus berupaya untuk memberantas sarang nyamuk melalui pengasapan, serta mengimbau masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat," ujarnya.
(ANTARA, Dinkes Sumenep/Z-9)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
GUNA mencegah tingginya kasus stunting dan Demam Berdarah Dengue (DBD) Kelurahan Kariangau, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, telah memfokuskan penanganan langsung ke masyarakat.
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencapai 32 kasus selama tiga bulan terakhir pada 2026.
KASUS Demam Berdarah Dengue di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
PEMERINTAH menegaskan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia memiliki pola musiman yang erat kaitannya dengan fenomena iklim seperti El Nino.
Kasus DBD 2026 tercatat 64 kasus dan nihil kematian. Sedangkan periode yang sama tahun lalu 234 kasus dan 0 kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved