Tangani DBD dan Stunting, Kelurahan Kariangau Balikpapan Lakukan Pendekatan Holistik

Ervan Masbanjar
28/4/2026 19:31
Tangani DBD dan Stunting, Kelurahan Kariangau Balikpapan Lakukan Pendekatan Holistik
Kantor Kelurahan Kariangau Balikpapan(MI/Ervan Masbanjar)

GUNA mencegah tingginya kasus stunting dan Demam Berdarah Dengue (DBD) Kelurahan Kariangau, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, telah memfokuskan penanganan langsung ke masyarakat. Langkah itu dilakukan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh, meskipun penanganan dua kasus ini berbeda.

Lurah Kariangau Singgih Aji Wibowo, kepada Media Indonesia, Selasa (28/4) menuturkan DBD dan stunting berbeda dalam arti upaya dan waktu yang dibutuhkan. Untuk penanganan stunting lebih membutuhkan waktu dan upaya yang lama dan lebih holistik.

“Jadi tidak hanya pembenahan gizi anak, tapi juga pola asuh orangtuanya, bahkan semenjak dari calon ibu sudah harus dipikirkan, karena berpengaruh ke anak yang dilahirkan nantinya," jelasnya.

Diakuinya, kasus stunting yang ditemukan di Kariangau, kemungkinan sudah terjadi sebelum warga datang ke wilayah Kariangau. Sehingga angka stunting di wilayahnya terlihat tinggi, meskipun tidak sepenuhnya berasal dari faktor lokal. Tetapi ikut mempengaruhi data yang dimiliki pihaknya.

“Tidak bisa ditangani secara cepat apalagi cakupannya luas. Sehingga perlu edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga secara menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan kasus DBD lebih kasuistis dan teknis di lapangan, karena terkait dengan penyebaran penyakit, ada kaitannya dengan kebersihan suatu wilayah dan pola cuaca.

Sehingga, lanjutnya, untuk penanganan DBD perlu dilakukan bersama dan pengawasan pun dilaksanakan secara aktif. Dimana pengawasan ini melibatkan kader posyandu bersama pihak puskesmas, dengan rutin memantau jentik nyamuk termasuk pemberian edukasi kepada warga.

Menurutnya, penangan kasus DBD, stunting harus melibatkan semua pihak terkait bukan saja pemerintah kelurahan, kader Posyandu maupun puskesmas namu dibutuhkan pola peran serta masyarakat dan keterlibatan perusahaan swasta di wilayah Kariangau.

Tentu ada pelibatan perusahaan di Kariangau, karena  kolaborasi dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus DBD dan stunting termasuk penangan kasus penularan penyakit lain di wilayahnya.  

Dikatakannya, penanganan stunting dan DBD bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi perlu kolaborasi semua elemen masyarakat, tenaga kesehatan, hingga dunia usaha. 

“Kami terus mendorong pendekatan yang holistik, mulai dari edukasi, perbaikan lingkungan, hingga penguatan peran keluarga. Harapannya, dengan kerja bersama dan kesadaran kolektif, kita bisa menekan angka kasus DBD maupun stunting secara bertahap dan mewujudkan lingkungan Kariangau yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (EM/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya