Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mencegah tingginya kasus stunting dan Demam Berdarah Dengue (DBD) Kelurahan Kariangau, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, telah memfokuskan penanganan langsung ke masyarakat. Langkah itu dilakukan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh, meskipun penanganan dua kasus ini berbeda.
Lurah Kariangau Singgih Aji Wibowo, kepada Media Indonesia, Selasa (28/4) menuturkan DBD dan stunting berbeda dalam arti upaya dan waktu yang dibutuhkan. Untuk penanganan stunting lebih membutuhkan waktu dan upaya yang lama dan lebih holistik.
“Jadi tidak hanya pembenahan gizi anak, tapi juga pola asuh orangtuanya, bahkan semenjak dari calon ibu sudah harus dipikirkan, karena berpengaruh ke anak yang dilahirkan nantinya," jelasnya.
Diakuinya, kasus stunting yang ditemukan di Kariangau, kemungkinan sudah terjadi sebelum warga datang ke wilayah Kariangau. Sehingga angka stunting di wilayahnya terlihat tinggi, meskipun tidak sepenuhnya berasal dari faktor lokal. Tetapi ikut mempengaruhi data yang dimiliki pihaknya.
“Tidak bisa ditangani secara cepat apalagi cakupannya luas. Sehingga perlu edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga secara menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, terkait dengan kasus DBD lebih kasuistis dan teknis di lapangan, karena terkait dengan penyebaran penyakit, ada kaitannya dengan kebersihan suatu wilayah dan pola cuaca.
Sehingga, lanjutnya, untuk penanganan DBD perlu dilakukan bersama dan pengawasan pun dilaksanakan secara aktif. Dimana pengawasan ini melibatkan kader posyandu bersama pihak puskesmas, dengan rutin memantau jentik nyamuk termasuk pemberian edukasi kepada warga.
Menurutnya, penangan kasus DBD, stunting harus melibatkan semua pihak terkait bukan saja pemerintah kelurahan, kader Posyandu maupun puskesmas namu dibutuhkan pola peran serta masyarakat dan keterlibatan perusahaan swasta di wilayah Kariangau.
Tentu ada pelibatan perusahaan di Kariangau, karena kolaborasi dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus DBD dan stunting termasuk penangan kasus penularan penyakit lain di wilayahnya.
Dikatakannya, penanganan stunting dan DBD bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi perlu kolaborasi semua elemen masyarakat, tenaga kesehatan, hingga dunia usaha.
“Kami terus mendorong pendekatan yang holistik, mulai dari edukasi, perbaikan lingkungan, hingga penguatan peran keluarga. Harapannya, dengan kerja bersama dan kesadaran kolektif, kita bisa menekan angka kasus DBD maupun stunting secara bertahap dan mewujudkan lingkungan Kariangau yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya. (EM/E-4)
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menggencarkan aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di seluruh lingkungan masyarakat.
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencapai 32 kasus selama tiga bulan terakhir pada 2026.
KASUS Demam Berdarah Dengue di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
PEMERINTAH menegaskan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia memiliki pola musiman yang erat kaitannya dengan fenomena iklim seperti El Nino.
Kasus DBD 2026 tercatat 64 kasus dan nihil kematian. Sedangkan periode yang sama tahun lalu 234 kasus dan 0 kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved