Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM gabungan melakukan inspeksi dan mengambil sampel gula merah di sebuah industri gula merah di Dukuh Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang diduga mengandung zat berbahaya. Untuk sementara, pemilik usaha diminta menghentikan produksi hingga hasil uji laboratorium keluar.
Pemantauan Media Indonesia pada Selasa (30/7), petugas kepolisian dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Blora kembali mendatangi industri gula merah di Dukuh Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, untuk memberikan imbauan agar produksi gula merah tersebut dihentikan sementara waktu.
Sebelumnya, tim gabungan terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4), Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM), Satpol PP, dan Polres Blora mendatangi pabrik industri gula merah tersebut karena mendapatkan laporan penggunaan bahan berbahaya bagi kesehatan.
Baca juga : KTM Bersiap Disanksi Penangguhan Izin Impor Raw Sugar
"Dari inspeksi mendadak yang kami lakukan, ditemukan beberapa permasalahan sehingga untuk menguatkan hasil sebenarnya, kami mengambil sampel untuk diperiksa di laboratorium," kata Sub Koordinator Farmasi dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Blora, Norra Sutresmiyanti.
Meskipun hingga kini belum diketahui hasil laboratorium, menurut Norra Sutresmiyanti, dalam industri gula merah tersebut ditemukan pelaksanaan kebersihan peralatan yang digunakan berada di level 4 dan menggunakan bahan arum manis, sedangkan zat lain masih belum diketahui dan kemungkinan hasil uji laboratorium baru keluar pekan depan. "Kami melihat bahan baku gula yang digunakan sangat jauh dari kriteria gula murni yang berasal dari nira kelapa," tambahnya.
Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Blora, Ipda Cahyoko, meminta agar pemilik menghentikan sementara kegiatan industri gula merah hingga hasil laboratorium keluar. "Kami belum sampai melakukan tindakan hukum, namun meminta agar usaha ini dilakukan perbaikan hingga memenuhi syarat kesehatan dan usaha," ujarnya pada Selasa (30/7).
Sementara itu, pemilik industri gula merah di Dukuh Nglebok, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Lasdi, mengungkapkan bahwa usaha yang digelutinya sejak satu tahun lalu tidak menggunakan bahan yang terlarang. "Kami menggunakan bahan baku yang wajar seperti gula tebu, glukosa, gula pasir, dan madu," ungkapnya.
Sedangkan untuk produksi gula merah 300-500 kilogram per hari, lanjut Lasdi, dikerjakan oleh 9 karyawan, yakni bagian produksi 5 orang dan bagian pembungkusan 4 orang. Hasil produksi sementara baru dipasarkan di satu pasar, yakni Pasar Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan (Jawa Timur), dan belum merambah ke pasar lainnya.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Pakar Gizi IPB memperingatkan risiko kesehatan menjadikan kental manis sebagai minuman harian karena kandungan gula yang mencapai 50 persen.
Satu sajian 250 mililiter minuman berpemanis rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Bareskrim Polri membongkar produksi kosmetik ilegal di Bogor. Tiga orang diamankan, sementara krim siang dan malam hasil sitaan terdeteksi mengandung merkuri.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Tiga sayuran ini tidak boleh dimakan dalam kondisi mentah karena menggandung zat berbahaya.
Beberapa tanaman hias mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada hewan peliharaan, mulai dari iritasi mulut hingga gagal ginjal.
Jangan sembarangan membuang kembang api setelah perayaan tahun baru ya. Ini cara membuangnya tanpa merusak lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved