Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resort Klaten, Jawa Tengah, menangkap AR, 19, tersangka pembakaran hutan di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (21/10). Warga Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten, itu ditangkap petugas tanpa perlawanan di rumahnya tidak lama setelah kawasan hutan di desa itu terbakar.
Kapolres Klaten AKB Warsono kepada pers, Senin (23/10), mengungkapkan kronologi tersangka membakar hutan hanya gara-gara kail pancing menyangkut di alang-alang hutan tersebut. Tersangka bersama saksi Jhosnuar, 16, yang saat itu berkendara sepeda motor berbalik arah untuk melepas kail pancing yang menyangkut di alang-alang, tetapi tidak berhasil.
Karena itu, tersangka mengeluarkan korek api dan langsung membakar alang-alang untuk melepaskan kail pancing. Setelah kail terlepas, AR dan saksi tidak mematikan api yang masih menyala.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Klaten Kampanyekan Kerja Keras Bebas Cemas
"Kobaran api di siang hari itu pun bertambah besar. Hanya dalam sekejap api membakar kawasan hutan Desa Krakitan hingga 5 hektare dari 10,3 hektare luas kawasan hutan tersebut," kata Kapolres.
Tersangka tidak menduga bahwa api akan membesar dan membakar hutan. Kemudian, tersangka dan saksi bersama tim Perhutani, Polsek, dan relawan turut langsung memadamkan hutan yang terbakar.
Baca juga: Polres Klaten Gelar Pasukan Operasi Pengamanan Pemilu 2024
Dalam kesempatan tersebut, KBO Reskrim Iptu Umar Mustofa menambahkan bahwa tersangka pembakaran hutan kini ditahan di Mapolres Klaten. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. (Z-2)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved