Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI pekan terakhir Juni hingga awal Juli, curah hujan di Jawa Tengah (Jateng) diperkirakan rendah. Hanya dua kabupaten yang diperkirakan masuk kriteria menengah.
Pengamat cuaca BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Jateng pada akhir Juni hingga awal Juli mendatang umumnya rendah. "Rata-rata, curah hujan akhir Juni hingga awal Juli berkisar antara 21-50 milimeter (mm). Kategorinya curah hujan rendah,�jelas Rendi, Rabu (22/6).
Menurutnya, hanya ada dua kabupaten di Jateng yang berpotensi dengan curah hujan kategori menengah yakni Kebumen dan Cilacap. "Untuk Kabupaten Kebumen dan Cilacap, curah hujan diperkirakan berkisar antara 51-100 mm. Itu masuk dalam ketegori menengah," katanya.
Sementara berdasarkan analisis curah hujan pada dasarian kedua Juni, Banjarnegara memiliki curah hujan yang tinggi berkisar antara 21 mm hingga lebih dari 300 mm. Untuk daerah dengan curah hujan antara 21-300 mm adalah Banyumas, Batang, Brebes dan Cilacap.
Sementara untuk gelombang di Samudra Hindia sebelah selatan Jabar, Jateng dan DIY terpantai masih tinggi. Ketinggian gelombang mencapai kisaran 2,5 meter hingga 4 meter. Sehingga pengunjung pantai maupun nelayan diminta untuk tetap waspada. (OL-15)
Berdasarkan analisis curah hujan dasarian ketiga Maret 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah berada pada kategori menengah hingga tinggi.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Sedikitnya 75 RT dan 19 ruas jalan terdampak genangan air akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (7/3).
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved