Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Prasetyanto, berkomitmen terus mematangkan beragam indeks pengukuran kinerja pemerintah daerah yang digawangi lembaganya. Sebab itu ia meminta berbagai masukan dan saran dari pemerintah daerah agar pengukuran yang dilakukan dapat optimal sesuai dengan tujuannya.
"Kami meminta partisipasi, masukan, saran, dan berbagai hal lain mengenai indeks yang ada dalam BSKDN. Masukan Bapak dan Ibu akan menjadi bahan pertimbangan dalam memaksimalkan metode pengukuran ke depan," ucap Eko saat menjadi pembicara kunci dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah, Indeks Kepemimpinan Kepala Daerah, dan Indeks Inovasi Daerah, di Bali, Kamis (19/5).
Hal ini sekaligus menjawab saran yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang sebelumnya menyampaikan perlu adopsi karakteristik daerah dalam pengukuran kinerja pemerintah daerah. "Karakteristik daerah perlu diakomodasi dan diberi ruang. Karenanya, daerah yang berbeda program prioritas dan alokasinya, tidak diukur dengan parameter yang uniform," ucap Indra.
Menanggapi hal tersebut, Eko menyampaikan karakteristik daerah tidak dinafikkan dalam indeks yang disusun Kemendagri untuk mengukur kinerja pemerintah daerah. Meskipun begitu, ia menerima saran tersebut sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan indeks dan pengukuran.
"Hal yang tidak mudah (mengadopsi seluruh karakteristik daerah) dalam mengukur keberhasilan dan permasalahan yang ada di 34 provinsi Indonesia. Itu menjadi satu tantangan tersendiri. Ukuran (indeks) yang ada akan terus diperbaiki dan dipertimbangkan dengan kondisi-kondisi di daerah," terang Eko. Ia pun meminta pemerintah daerah meningkatkan pemahaman terkait metode pengukuran yang telah disusun Kemendagri. Hal ini perlu dilakukan agar pemerintah daerah mendapatkan hasil yang memuaskan untuk daerah mereka masing-masing.
Hal itu juga diamini Sekda Bali. Ia melihat parameter yang disusun Kemendagri cukup jelas tetapi banyak perangkat pemerintah daerah, termasuk di daerahnya, belum memahaminya secara maksimal. "Semua indeks dirancang oleh Kemendagri dengan parameter yang jelas. Hanya, kita di daerah perlu memahaminya dengan baik. Maka kita perlu duduk bersama menyatukan persepsi, supaya ada pemahaman," ungkapnya sekaligus menjelaskan pentingnya FGD yang tengah dilakukan.
Sebab itu, ia pun meminta para peserta yang hadir untuk dapat berpartisipasi dan memanfaatkan FGD ini sebaik-baiknya. "Sebelumnya kami sudah menugaskan staf Brida (Badan Riset dan Inovasi Daerah) Provinsi Bali untuk mengikuti Bimtek dan mempelajari proses peningkatan hasil dalam pengukuran. FGD ini juga berguna untuk peningkatan pemahaman agar kita dapat bekerja dalam kerangka yang sama," pungkasnya. (RO/OL-14)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewacanakan untuk menjangkau wilayah hulu dengan melibatkan pemerintah daerah penyangga dalam pembasmian ikan invasi Sapu-sapu.
Apkasi memandang pentingnya membangun komunikasi yang hangat dan solutif antara daerah dan pusat guna memastikan kebijakan nasional selaras dengan realitas di lapangan.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyebut saat ini ada sekitar 60 proposal pembukaan kawasan transmigrasi baru yang diajukan pemerintah daerah.
Sedangkan per hari ini, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan tidak akan menerapkan WFH.
Dalam kurun waktu tersebut, imbuhnya, pemda terlihat masih gencar melakukan penambahan pegawai, baik PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Meski begitu ia tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam upaya pengentasan TB. Namun program eliminasi TB harus dipantau agar implementasinya optimal.
Dirjen Bina Pemdes Kemendagri mempercepat penegasan batas desa melalui program Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASPP).
Ia menilai Kemendagri sebagai lembaga pembina pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Pemda setempat yang memiliki perlintasan sebidang.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Bina Adwil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terus memperkuat peran Satuan Perlindungan Masyarakat.
ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ali Ahmad mengkritik wacana pengenaan denda bagi warga yang KTP elektronik atau e-KTP hilang.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menegaskan bahwa seluruh kebutuhan belanja pegawai, termasuk untuk PPPK, telah dialokasikan dengan memadai.
Ia mengharapkan para kepala daerah dari mulai gubernur hingga kepala desa dan kelurahan segera membentuk desa siaga TB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved