Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECAMATAN Ciater terkenal sebagai kawasan wisata alam di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hamparan perkebunan teh, udara sejuk, dan kolam-kolam pemandian air panas yang berasal dari Gunung Tangkuban Parahu menjadi daya tarik Ciater.
Jika akhir pekan tiba, wilayah Ciater diserbu para wisatawan. Ciater di akhir pekan tak kalah padatnya dengan kawasan Puncak, Bogor.
Namun, di tengah aktivitas pariwisata tersebut, Ciater belum terbebas dari permasalahan stunting (kondisi gagal tumbuh balita karena gizi buruk kronis).
Kepala Puskesmas Palasari (wilayah kerja Ciater), Budiyana Taufik, menyebut tujuh desa di Kecamatan Ciater masih menjadi lokus dan fokus penanganan stunting
“Yang masih jadi pertanyaan bagi saya adalah mengapa tujuh desa di Ciater masih jadi fokus dan lokus, padahal secara ekonomi warga Ciater mah marampu (semuanya mampu secara ekonomi),” kata Budiyana dalam keterangan pers, Jumat (28/1).
Hal tersebut disampaikan Budiyana kala ia memberi sambutan dalam kegiatan Gerakan Melawan Stunting yang digelar oleh HaloPuan, lembaga sosial Ketua DPR RI Puan Maharani di Desa Cibeusi, Ciater.
Budiyana pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada HaloPuan yang telah berperan dalam melakukan intervensi gizi sensitif berupa penyuluhan bahaya stunting.
Baca juga : Perlu Kerja Sama untuk Atasi Stunting
“Kesadaran masyarakat tentang pemberian gizi seimbang kepada anak-anak memang perlu terus dibangkitkan,” katanya.
Ciater sendiri merupakan lokasi ke-14 di Jawa Barat dari Gerakan Melawan Stunting yang dimulai HaloPuan sekitar pertengahan tahun lalu.
Menurut koordinator HaloPuan, Poppy Astari, Gerakan Melawan Stunting merupakan wujud kepedulian Puan Maharani kepada permasalahan gizi anak-anak di Indonesia. Angka stunting di Indonesia (27,7%) yang masih di atas rata-rata dunia (20%) menjadi perhatian Puan Maharani.
“Ibu Puan melihat masalah stunting tak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tapi perlu terus ditumbuhkan kesadaran warga,” ujar Poppy. “Karena itulah, HaloPuan terus bergerak untuk menyosialisasikan pemahaman tentang stunting dan cara mencegahnya.”
Stunting tak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak-anak, tapi juga perkembangan kognitif mereka.
“Karenanya, stunting bisa berdampak pada masa depan bangsa, di mana balita-balita yang stunting pada saat ini akan menjadi sumber daya manusia yang tidak mampu belajar dan bekerja pada 23 tahun mendatang atau saat Indonesia berusia 100 tahun,” jelas Poppy.
HaloPuan juga membawa gagasan pemanfaatan daun kelor sebagai asupan super. Daun kelor itu diekstraksi menjadi bubuk, sehingga bisa diolah menjadi berbagai menu makanan yang menarik dan enak dimakan oleh anak-anak (edible). “Dengan dijadikan bubuk, maka nutrisi yang dikandung daun kelor menjadi terikat, dan tidak meluruh,” jelas relawan HaloPuan, Mohammad Chotim.
Bubuk daun kelor telah banyak dimanfaatkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pangan Dunia (FAO) untuk mengatasi malnutrisi di Afrika. Di Flores Timur, pemanfaatan daun kelor dalam bentuk bubuk atau tepung juga telah mampu menurunkan angka stunting hingga separuhnya.
Saat mengunjungi pertanian kelor milik PT Moringa Organik Indonesia (MOI) di Blora, Jawa Tengah, HaloPuan mendapatkan penjelasan dari petani kelor, Bambang Hari Purwanto, tentang manfaat daun kelor.
Kelor setara dengan 15 kali pottasium pada pisang, 10 kali vitamin A pada wortel, 25 kali zat besi pada bayam, ½ kali vitamin C pada jeruk, 17 kali kalsium pada susu, 9 kali protein pada yoghurt, 5 kali serat lebih banyak daripada sayuran lain, dan 50 kali vitamin B2 pada sarden.
Kelor juga mengandung 90 nutrisi, 46 antioksidan, 36 antiinflamasi, dan 18 asam amino (senyawa organik penyusun protein).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi menyampaikan terima kasih kepada HaloPuan yang telah menyebarluaskan informasi tentang manfaat super daun kelor untuk melawan stunting.
“Untuk melawan stunting, kita memang mesti memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita,” katanya.
Dalam Gerakan Melawan Stunting, HaloPuan selalu bekerja sama dengan kader-kader PDI Perjuangan.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, melawan stunting merupakan amanat partai kepada setiap kadernya.
“Karena itulah, kami bermitra dengan HaloPuan,” paparnya. “Terima kasih kepada HaloPuan yang terus bergerak di Jawa Barat.”
Angka stunting di Jawa Barat sendiri menurut data Riset Dasar Kesehatan pada 2019 mencapai 26,21%. Padahal, Jawa Barat menargetkan zero stunting pada 2023.
“Ini (Gerakan Melawan Stunting) harus masif,” kata Ineu. “Pemerintah tak bisa sendiri (dalam melawan stunting).”
Kegiatan kemudian diakhiri dengan pembagian paket makanan tambahan kepada sekitar 160 warga peserta. Di dalamnya, terdapat 400 gram bubuk daun kelor. (RO/OL-09)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Puan menilai, tabrakan ini merupakan alarm keras bahwa kompleksitas jalur kereta di wilayah metropolitan sudah sangat tinggi.
Ketua DPR Puan Maharani dorong penguatan sistem pengawasan UTBK SNBT 2026 menyusul temuan 2.640 peserta curang dan keterlibatan sindikat joki.
Pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
Puan menekankan bahwa kesiapan logistik dan operasional pasukan menjadi faktor krusial yang harus terus dipantau dan dievaluasi oleh pemerintah bersama para pemangku kepentingan.
KETUA DPR RI, Puan Maharani menanggapi proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang disebut dilakukan secara tertutup. Ia menegaskan bahwa komunikasi politik tetap dilakukan
Ketua DPR Puan Maharani mendorong masyarakat dan UMKM beralih ke kemasan alami seperti daun pisang di tengah lonjakan harga plastik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved