Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NASIB malang dialami Sitinur Akifa Nela, warga Bebeng, RT 031 RW 006, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gadis cilik berusia 8 tahun ini tiap harinya harus mengonsumsi obat-obatan agar bisa bertahan hidup. Hal itu karena ia divonis menderita penyakit jantung bocor sejak lahir.
Dalam aktivitas kesehariannya, anak ketiga dari dua bersaudara itu tidak bisa bermain seperti anak lainnya, karena ia tidak boleh kelelahan.
Jika terlalu lelah, Nela, panggilannya, akan merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dadanya dan juga seluruh badannya akan berwarna biru.
Baca juga: Peserta Vaksin Lansia di Sikka Dapat Fasilitas Antar Jemput dan Beras
Ditambah lagi, seluruh kuku tangan dan kakinya mengalami kelainan. Sehingga, jalan satu-satunya untuk obati rasa sakitnya dengan mengonsumsi obat.
Untuk itu, Nela hanya berada di dalam rumahnya setiap harinya.
Kondisi ekonomi keluarga Nela pun masuk dalam kategori warga kurang mampu. Ayahnya bekerja sebagai nelayan dan sang ibu hanya pekerja harian.
Agar Nela bisa bertahan hidup, kedua orangtuanya pun harus bekerja ekstra agar bisa membeli obat. Harga obat yag dikonsumsi Nela pun tidak murah. Sekali beli obat, orangtua Nela harus mengeluarkan uang sebesar Rp400.000. Nela pun harus konsumsi obat setiap harinya sejak berumur tiga tahun hingga sekarang.
Kepada mediaindonesia.com, Minggu (16/1), ibunda Nela, Mentari Febrianti mengatakan ia baru mengetahui anak divonis penyakit jantung bocor saat melakukan pemeriksaan di dokter. Kala itu, nela yang berusia dua dua tahun sering mengeluh sesak napas. Kemudian, ia membawa anaknya untuk diperiksa.
"Saat diperiksa di dokter baru ketahuan. Dokter vonis anak saya menderita bocor jantung sejak lahir. Ditambah lagi, paru-paru dan pembuangan saluran anak saya infeksi," ujar dia.
Sejak divonis jantung bocor, ia pun mengaku anaknya tergantung terhadap obat yang dibeli di apotik.
"Kita pergi ke rumah sakit, mereka kasih obat begitu-begitu saja. Kalau obat tidak ada, mau tidak mau kita harus beli obat di luar dengan harga Rp400.000. Jadi anak saya tergantung dari obat saja sekarang" papar dia.
Ia pun mengaku telah disarankan dokter agar anaknya dioperasi. Namun ada beberapa pertimbangan yakni ayah dari Nela masih trauma karena ada kejadian anak tetangga yang menderita penyakit jantung bocor meninggal dunia setelah dioperasi.
Selain itu, kata dia, pihaknya masih kendala biaya operasi. Hal itu karena mereka tidak memiliki BPJS.
"Kita kendala biaya untuk beroperasi. Kan operasi ini butuh biaya besar. Kami tidak punya kartu BPJS. Ditambah lagi ayahnya masih trauma. Jadi sekarang anak kami hanya ketergantungan terhadap obat. Anak saya konsumsi obat dari usia tiga tahun sampai sekarang sudah usia delapan tahun," ucapnya.
Sehingga kata dia, dirinya harus bekerja keras untuk bersihkan gurita milik tetangga agar bisa dapat uang untuk belikan anaknya obat.
"Kalau gurita tidak masuk berarti, kami tidak kerja. Mau tidak mau, saya harus ambil ikan orang untuk dijual biar bisa dapatkan uang agar bisa beli obat untuk anak saya," ungkap dia.
Mentari mengaku meski anaknya divonis penyakit jantung bocor, dirinya tetap menyekolahkan anaknya yang saat ini berada di bangku SD kelas satu.
"Kalau perlakuan di sekolah anak saya diperhatikan istimewa. Kalau kecapaian, ibu gurunya suruh berhenti. Kalau jam olahraga, anak saya tidak olahraga," pungkas dia (OL-1)
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved