Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MERESPONS penyadaran soal hukum yang diedukasi Polri, beberapa pimpinan kelompok Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Bungo, Sabtu (27/11), dengan ikhlas menyerahkan puluhan pucuk senjata api jenis kecepek kepada Kapolda Jambi Irjen A. Rachmad Wibowo.
Serah terima senjata yang biasa digunakan untuk memburu hewan di hutan dilakukan di halaman Mapolres Bungo. Disaksikan Kapolres Bungo Ajun Komisaris Besar Guntur Saputro, Kapolda Irjen A. Rachmad Wibowo menerima penyerahan 25 pucuk kecepek dari Tumenggung Badai, salah seorang pimpinan Orang Rimba di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Pelepat, Bungo.
“Silakan Pak Kapolda, diambil! Kelompok kami semakin sadar. Kami sudah dan akan berburu pakai tombak dan membawa anjing untuk berburu. Tidak pakai kecepek lagi,” ungkap Tumengung Badai meyakinkan Rachmad Wibowo.
Baca juga: Capaian Program Vaksinasi Covid-19 di Simalungun 67%
Kapolda Jambi pun menyahutinya dengan gembirra. “Terima kasih Pak Tumenggung. Saya minta tolong jangan mengunakan kecepek lagi untuk berburu. Kalau masih ada warga kita memiliki tolong serahkan kepada kapolres ya,” tegasnya.
Dia menjelaskan ke hadapan perwakilan Orang Rimba dan masyarakat yang hadir saat acara penyerahan, senjata api jenis kecepek tergolong senjata berbahaya terhadap keselamatan nyawa manusia.
"Di Bungo sendiri pun ada yang sudah menjadi korban. Saya meminta anggota terus memberi penyadaran hukum soal ini, dan sekaligus masyarakat, termasuk saudara kita dari kelompok SAD paham dan sadar. Sehingga tercipta situasi aman dan kondusif,” beber Rachmad Wibowo.
Sementara itu, Kapolres Bungo Guntur Saputro menambahkan, sebanyak 25 pucuk kecepek yang diserahkan melalui tangan Kapolda Jambi berasal dari Orang Rimba dan warga masyarakat umum di 17 kecamatan di Bungo.
“Kita berharap tidak ada lagi yang menyimpan atau memakai kecepek di Bungo. Kami terus menyosialisasikan soal ini ke masyarakat,” kata Guntur Saputro. (H-3)
Polda Jambi menggerebek lokasi penyuntikan gas subsidi ke tabung nonsubsidi di kebun sawit Muarojambi. Ratusan tabung gas disita sebagai barang bukti.
Pengiriman semen tercatat meningkat seiring berjalannya proyek-proyek infrastruktur di wilayah Jambi.
Pemerintah daerah dan pelaku usaha kehutanan memperkuat kolaborasi untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dinilai masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama melalui penerimaan Dana Bagi Hasil.
KEKERASAN terhadap Orang Rimba atau warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan petugas security kembali terjadi di areal perusahaan perkebunan kelapa sawit di Jambi.
Baznas terus memperluas dan mengembangkan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk ZChicken, agar semakin banyak mustahik yang dapat naik kelas.
NYATANG, 50 tahun, Orang Rimba dari kelompok Tumenggung Jalo yang tiga hari hilang ditemukan selamat di daerah Pelakar Jaya, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, Rabu (15/4).
Tindak kekerasan yang juga melukai tiga Orang Rimba tersebut, terjadi Selasa, sekitar pukul 13.00 WIB, di sekitar kebun kelapa sawit PT Kahuripan, Kabupaten Tebo, Jambi.
Ke depannya calon kepala daerah diharapkan untuk lebih aktif mendekati masyarakat Orang Rimba.
PILKADA 2024 kali ini turut menjadi perhatian Orang Rimba. Salah satu kelompok masyarakat adat suku terasing yang juga populer dengan sebutan Suku Anak Dalam (SAD).
RATUSAN Orang Rimba yang populer dengan sebutan Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi, antusias mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI ke-79.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved