Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NYATANG, 50 tahun, Orang Rimba dari kelompok Tumenggung Jalo yang tiga hari hilang ditemukan selamat di daerah Pelakar Jaya, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, Rabu (15/4). Ia sebelumnya hilang pascabentrok dengan security perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) di daerah Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Menurut pemangku adat, Sergi Godong, Debalang Bathin tiga hari pascapenghadangan Orang Rimba oleh security PT SAL yang berujung bentrok berdarah, nasib Nyatang akhirnya menemui titik terang. Nyatang ditemukan dalam kondisi lemas di daerah perkebunan Desa Pelakar Jaya, Pamenang Merangin. Menurut Sergi Godong, Debalang Bathin, penjaga kelompok dalam struktur kepemimpinan Orang Rimba, Nyatang, anggota kelompok Orang Rimba di bawah kendali Tumenggung Jalo, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Selain terlihat lemas dan pucat, di sekujur tubuhnya yang kerempeng ditemukan beberapa luka memar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Nyatang dinyatakan hilang, setelah dia dan tiga orang rimba mendapat kekerasan fisik dari beberapa pria berbadan gempal saat perjalanan pulang dari perundingan mencari solusi konflik antara warga Orang Rimba dengan pihak PT SAL, Minggu sore 12 April 2026 di areal kebun inti PT SAL. Akibat tindak kekerasan tersebut dua Orang Rimba atas nama Neliti dan Nyunting mengalami luka bacok senjata tajam. Nyatang dan seorang rekannya Besawang berhasil ngacir.
Namun, Nyatang semenjak Senin (13/4) dinyatakan hilang, setelah pencarian melelahkan ke sejumlah lokasi, Nyatang baru ditemukan Seri Godong dan kawan-kawan anggota kelompoknya, Rabu siang di wilayah Kabupaten Merangin. Selanjutnya, Sergi Godong dan kawan-kawan dibantu personel kepolisian memboyong Nyatang ke fasilitas kesehatan terdekat. Berdasarkan informasi yang dirilis Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Rabu sore, dari pemeriksaan medis pada tubuh Nyatang ditemukan sejumlah luka.
Luka yang diduga akibat benturan benda keras tersebut antara lain ditemukan pada bagian punggung sebelah kanan, pembengkakan pada bagian rahang dan pipi sebelah kiri dan luka di bagian bawah telinga sebelah kiri. Setelah mendapat penanganan medis, Nyatang Rabu petang dibawa pulang ke permukiman kelompoknya yang melangun (pindah akibat kesedihan) di daerah Mentawak.
Menurut Antropolog KKI Warsi Robert Aritonang, dugaan perlakuan kekerasan yang kesekian kali dialami Orang Rimba di Jambi, semestinya mendapat perhatian kemanusiaan yang serius dari negara.
"Kami mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh, transparan, dan independen atas peristiwa bentrokan yang terjadi. Menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap Orang Rimba,” tegas Robert Aritonang, Rabu sore.
Dikatakan Robert negara harus hadir untuk segera menjamin perlindungan, keselamatan, dan pemulihan bagi seluruh Orang Rimba yang terdampak. Harus ada penyelesaian konflik secara adil dan menyeluruh, termasuk pemulihan hak hidup, ruang hidup, dan akses terhadap sumber penghidupan Orang Rimba. Tanpa perhatian tersebut, diyakini Robert kasus serupa akan terus berulang. Menguras energi semua pihak dan bakal mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial di masyarakat dan investor.(SL/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved