Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kehutanan Provinsi Jawa Timur mengklaim kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo dalam kondisi baik. Karena itu, unit pelaksana teknis yang mengelola 27.688 hektare kawasan hutan konservasi itu tak ingin disalahkan dalam kasus banjir bandang di Kota Batu, Kamis (4/11), yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.
"Kalau yang analisa vegetasi dari citra satelit, kondisi kawasan kami memang ada bekas kebakaran hutan pada 2019. Tapi, kondisi saat ini vegetasi relatif baik," tegas Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Ahmad Wahyudi, Rabu (10/11).
Ia menjelaskan kondisi alami vegetasi di Gunung Biru cukup bagus. Kawasan itu berbatasan dengan hutan yang dikelola Perum Perhutani. "Dari longsor seperti dirilis BPBD dan BNPB, pal batas kami masih 2 kilometer ke atas," tegasnya.
Terkait penyebab banjir bandang di Kota Batu, dimungkinkan ada faktor-faktor imbas kebakaran hutan pada 2019 selain tingginya intensitas curah hujan. "Mungkin faktor-faktor itu ada (imbas kebakaran hutan)," katanya.
Namun, ia berpedoman pada hasil analisis BNPB. "Saya berpegang pada yang dirilis BNPB bahwa hujan ekstrem, kondisi topografi lahan curam memicu longsoran karena ada dam alami. Air tertampung kian banyak, daya tahannya tidak mampu menahan, akhirnya jobol, lalu banjir bandang," imbuhnya.
Kawasan hutan konservasi Tahura Raden Sorjo meliputi wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Batu, Jawa Timur. Kawasan berada dalam gugusan kompleks pegunungan Arjuno Welirang dan Anjasmoro.
Luas kawasan mencapai 27.688 hektare. Sekitar 4.700 hektare hutan di antaranya berada di Kota Batu.
Baca juga: Warga Pisa Protes Kesulitan Air Minum akibat Proyek Jalan PT SAK
Faktanya, sesuai pengamatan udara dan foto citra satelit, BPBD Kota Batu menemukan banyak titik longsor dan batang-batang pohon menumpuk di lembah Gunung Pucung. Lokasinya tak jauh dengan kawasan hutan Perum Perhutani dan Tahura Raden Soerjo. Longsor membawa kayu dan tanah menutup bendung alam, lalu terbawa arus hujan menerjang permukiman penduduk. (OL-14)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved