Dua Warga Terseret Banjir di Pasaman Sumbar, Satu Ditemukan Meninggal Dunia

Yose Hendra
16/4/2026 14:33
Dua Warga Terseret Banjir di Pasaman Sumbar, Satu Ditemukan Meninggal Dunia
Ilustrasi, garis polisi di lokasi penemuan korban banjir.(Dok. Antara)

BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras, satu di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Lalang, Simpang Alahan Mati, Selasa (14/4), saat kedua korban melintasi jembatan di tengah derasnya aliran sungai yang meluap akibat hujan berintensitas tinggi sejak Senin sore. Arus yang kuat diduga menjadi penyebab keduanya terseret banjir.

Berdasarkan informasi sementara, korban merupakan warga SP Empat, Pasaman Barat. Mereka adalah Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37), yang beralamat di Plasma 4 Blok G, Pasaman Barat. Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, menyampaikan bahwa satu korban telah ditemukan.

“Korban yang ditemukan bernama Meji Ardi (37) dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Hingga kini, tim SAR, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pencarian terhadap Dewi Hayati yang dinyatakan hilang. Proses penyisiran terus dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

Di tengah situasi duka tersebut, Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati. Kehadiran pimpinan daerah itu bertujuan memastikan percepatan penanganan bencana dan keselamatan warga.

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk bersiaga 24 jam. Evakuasi harus menjadi prioritas utama. Pastikan tidak ada warga yang terisolasi tanpa bantuan makanan maupun pelayanan medis,” tegas Bupati Welly.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut serta meminta tim penyelamat bekerja maksimal dalam proses pencarian korban yang masih hilang.

“Saya minta Tim SAR dan seluruh relawan menyisir area dengan teliti, namun tetap memperhatikan keselamatan,” ujarnya.

Selain fokus pada evakuasi, pemerintah daerah menginstruksikan percepatan pemulihan fasilitas vital, termasuk Puskesmas Simpati yang terdampak banjir. Bupati juga memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menangani kerusakan infrastruktur, terutama akses jalan dan jembatan penghubung Kampung Hanguih dan Durian Sikunik.

“Fokus kita adalah membuka kembali akses jalan yang amblas agar distribusi logistik tidak terhambat,” tambahnya.

Banjir yang melanda Kecamatan Simpati merendam puluhan bangunan, di antaranya 20 rumah di Kampung Sipisang, 14 rumah di Kampung Limapato, dan tiga rumah di Kampung Tapi. Selain itu, satu Kantor Wali Nagari, dua bangunan sekolah, dan Puskesmas Simpati turut terdampak.

Sementara itu, di Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, akses utama terputus total, menyebabkan sekitar 200 kepala keluarga terisolasi.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah telah menginstruksikan pendirian posko darurat guna memudahkan koordinasi pencarian korban dan penyaluran bantuan.

“Posko harus segera berdiri agar seluruh informasi dan bantuan terpusat serta penanganan menjadi lebih efektif,” ujar Bupati Welly.

Pemerintah Kabupaten Pasaman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih fluktuatif. Warga diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila situasi kembali membahayakan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya