Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGELARAN Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021 Papua turut membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Khususnya para penjual kaos dan suvenir.
Salah satunya bagi Vebby Yandini asal Pasar Senen Jakarta yang turut mengais rezeki pada event yang dimulai sejak 5 November 2021. Perempuan berusia 38 tahun ini mengaku bersyukur dengan pelaksanaan Peparnas di Papua.
"Dengan adanya Peparnas dan juga Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya kami mendapatkan berkah, produk-produk yang kami jual sangat diminati pengunjung," ujar Vebby dikutip dari siaran InfoPublik Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Vebby merupakan pedagang asal Jakarta yang sengaja datang ke Papua untuk memanfaatkan event besar seperti PON XX dan Peparnas XVI. Dagangan yang dijual berupa kaos, topi, pin, dan cendramata lainya berciri khas PON dan Peparnas Papua.
"Setiap ada event besar di provinsi manapun kami selalu hadir, karena tahun ini event besarnya adalah PON dan Peparnas di Papua jadi kami ke sini," tuturnya.
Menurutnya, semenjak pandemi Covid-19 melanda setahun lebih ini, omset dagangannya sangat menurun. Tapi setelah datang ke Papua karena ada event PON dan Peparnas omsetnya langsung naik. Terhitung rata-rata pendapatan sehari bisa Rp5 juta kalaupun sepi paling tidak Rp2 juta per hari bisa dia raup.
"Kami bersyukur bisa memeriahkan event besar ini dan ternyata Papua tidak seburuk yang dibayangkan. Masyarakat Papua sangat baik dan ramah, keamanannya pun terjamin," jelasnya.
Ibu tiga anak ini juga menambahkan bahwa untuk sewa tenda di sini seharga Rp300.000 perhari saat Peparnas, tapi waktu PON Oktober lalu harga sewanya lebih tinggi yaitu Rp500.000 perhari.
Baca juga ; Aktivitis Lingkungan Tanam Pohon di Hutan Cikole
"Meski harga sewa lapak atau tenda ini mahal, tapi alhamdulillah sebanding dengan pendapatan kami sehari dan kenapa harga barang yang kami jual mahal karena barang-barang ini didatangkan dari Jakarta dengan biaya angkut yang mahal juga," imbuh Vebby.
Vebby mengaku sudah membuka lapak di event Peparnas ini sejak 3 November 2021, dan akan selesai masa kontraknya 15 November 2021.
"Jadi sebenarnya kami sudah hampir dua bulan di Papua sejak ada PON sebelumnya," tukasnya.
Harapan agar produk UMKM terjual laris juga dilontarkan salah satu penjual kaos dan suvenir khas lainnya yang berdagang di depan Stadion Lukas Enembe.
"Harapan kami sama di event Peparnas Papua 2021 banyak pembeli seperti PON XX yang lalu," kata Tri, salah satu penjual kaos asal Medan, Sumatra Utara.
Tri mengaku, saat PON berlangsung, dagangannya laris manis dan bisa menghasilkan omsetnya lebih dari Rp1 juta perhari. Barang dagangannya pada umumnya dibeli oleh atlet dan ofisial kontingen daerah maupun warga Papua sendiri.
"Mudah-Mudahan di hari berikutnya event Peparnas ini, banyak pembelinya, mengingat masih berlangsung hingga 15 November 2021," harap Tri.
Ia bersama-sama pedagang lainnya berharap besar agar event Peparnas Papua ini mendatangkan rezeki bagi mereka. (RO/OL-7)
Gubernur Matius Fakhiri menegaskan semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Papua.
Menteri Maruarar didampingi Billy Mambrasar dan Kepala BPS Amalia Adininggar bertemu masyarakat Papua dan mengajak pengusaha properti muda Papua agar terlibat dalam program nasional itu.
Pelaksanaan TKA SD di Kepulauan Yapen, Papua, berjalan lancar. Kisah murid yang menyeberang laut demi ujian jadi bukti semangat pendidikan hingga pelosok.
Gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukan gagasan lahir tanpa dasar, melainkan bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa.
Kemenhut juga akan memediasi kedua perusahaan untuk membahas penataan batas persekutuan atau kemungkinan solusi lain termasuk lahan pengganti.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa temuan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok yang curiga
Menko PMK mengecek langsung arena olahraga yang akan digunakan dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Perparnas) di Solo.
Delapan atlet merebut medali emas sepanjang lomba yang digelar di lintasan dan lapangan hijau Stadion Lukas Enembe
Netizen atas nama Habieb Selow mendukung dan mengapresiasi para atlet penyandang disabilitas yang berlaga di ajang Peparnas 2021 Papua.
Mereka berlari kecil sejauh 500 meter menuju gerbang luar Kantor Wali Kota yang ditunggu oleh iring-iringan kendaraan untuk mengangkut barisan kirab obor.
Barisan pelari membawa obor hingga sejauh 500 meter dari kantor bupati. Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan sejumlah bus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved