Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN menyisakan rintik ketika mentari belum terlalu jauh beranjak dari ufuk timur. Berbalut hangatnya sinar penguasa pagi, pelangi nan indah muncul di atas bukit. Puncak Titian Musang namanya atau akrab disebut Putimus oleh warga setempat.
Bagi para pemburu matahari Putimus merupakan spot yang tepat dan memanjakan. Betapa tidak, saat cuaca cerah maka kita akan mendapati matahari terbit dan tenggelam (sunrise dan sunset) secara sempurna dari atas Putimus ini. Keindahan yang disajikan obyek wisata ini mampu menghapus rasa lelah selama di perjalanan. Berjarak kurang lebih 31 kilometer dari Kota Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Putimus dapat dijangkau dengan waktu tempuh satu jam.
Meski perjalanan harus melintasi jalanan terjal dan curam di sepanjang lereng Pegunungan Meratus, Putimus dapat dijangkau langsung menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Sebelum menjadi obyek wisata, kawasan perbukitan yang masuk wilayah Dusun Papagaran, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan ini kerap menjadi lokasi berkemah para pecinta alam dan relawan bencana.
Matahari dan keindahan panorama alam Pegunungan Meratus menjadi daya tarik obyek wisata yang baru dikembangkan warga lokal pasca bencana besar banjir dan tanah longsor di awal 2021 lalu ini. "Puncak Titian Musang ini merupakan obyek wisata yang dikembangkan secara swadaya oleh masyarakat," tutur Reza, pengurus Pokdarwis Datar Bunglai, pengelola obyek wisata Putimus.
Sejauh ini Pokdarwis Datar Bunglai tengah membangun dan melengkapi berbagai fasilitas wisata berupa spot-spot foto, tempat istirahat, sarana ibadah, parkir dan toilet untuk kenyamanan pengunjung.
Pos Pemantauan Bencana
Selain menjadi obyek wisata, sejatinya Puncak Titian Musang yang merupakan salah satu puncak tertinggi di wilayah Kecamatan Hantakan ini dijadikan titik pemantauan cuaca untuk mitigasi bencana. Menurut Reza dari Putimus para relawan bencana dapat melihat kondisi cuaca buruk di wilayah hulu DAS dan debit air.
"Dari Putimus akan dapat dilihat kondisi cuaca di bagian hulu dan segera kita kabarkan kepada masyarakat yang bermukim di bagian bawah atau lembah," ungkap Reza.
baca juga: Pegunungan Meratus
Putimus juga akan dikembangkan menjadi kawasan agro wisata dengan tanaman utama kopi dan buah-buahan. "Kita ikut mendorong agar kawasan pegunungan Meratus termasuk Putimus menjadi kawasan agro wisata dengan tanaman kopi," ujar Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, Dwi Putra Kurniawan.
Beberapa waktu lalu SPI melakukan penanaman 10 ribu bibit kopi dalam rangka mendukung pengembangan agro wisata dan rehabilitasi DAS di wilayah Kecamatan Hantakan.
Selain padi, Kalsel mencatat produksi cabai besar mencapai 11 ribu ton dan cabai rawit 14 ribu ton, yang efektif meredam gejolak harga komoditas.
BMKG melaporkan gempa dangkal beruntun guncang Balangan dan Tabalong, Kalsel. Simak analisis pemicu sesar lokal dan imbauan keselamatan terbaru di sini.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, melalui penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS.
POPULASI ikan sapu-sapu (hypostomus plecostomus), juga memenuhi sungai-sungai di sejumlah wilayah perkotaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penangkapan ini mempertegas bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi jalur transit utama bagi jaringan internasional tersebut.
Tingginya intensitas bencana alam dan keterbatasan fiskal berpengaruh pada kinerja pembangunan di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter BK 117-D3 di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
Seluruh jenazah korban Helikopter Tipe BK117-D3 diperkirakan akan tiba di RS Bayangkara Banjarmasin pada Kamis (4/9) malam, untuk diidentifikasi.
TIM Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas lokasi operasi pencarian helikopter BK 117-D3 yang diperkirakan jatuh di kawasan hutan Pegunungan Meratus.
Helikopter bernomor seri BK 117-D3 mengalami hilang kontak dengan perkiraan lokasi berada di kawasan hutan Pegunungan Meratus, Senin (1/9), sekitar pukul 12.00 Wita.
Kawasan hutan lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 119 ribu hektare akan ditetapkan sebagai Taman Nasional Pegunungan Meratus.
MASYARAKAT adat di pegunungan Meratus, Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan penolakan terhadap kebijakan perdagangan karbon yang dikampanyekan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved