Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (17/2) dini hari sekitar pukul 02.09 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu dinihari, menganalisa bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa bumi tersebut sendiri berlokasi pada koordinat 2,76 Lintang Selatan (LS) dan 139,36 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 60 kilometer (km) Barat Laut Kabupaten Jayapura, Papua.
Gempa bumi ini dirasakan dalam skala intensitas IV sampai V skala Mercalli (Modified Mercalli Intensity/MMI) di Kabupaten Jayapura, dengan deskripsi keadaan dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
baca juga: Update Gempa Sulbar, Korban Meninggal Jadi 73 Orang
Kendati demikian, hingga berita ditulis, belum ada laporan mengenai dampak yang pasti dari gempa bumi apakah menimbulkan kerusakan bangunan ataupun korban jiwa.
Gubernur Matius Fakhiri menegaskan semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Papua.
Menteri Maruarar didampingi Billy Mambrasar dan Kepala BPS Amalia Adininggar bertemu masyarakat Papua dan mengajak pengusaha properti muda Papua agar terlibat dalam program nasional itu.
Pelaksanaan TKA SD di Kepulauan Yapen, Papua, berjalan lancar. Kisah murid yang menyeberang laut demi ujian jadi bukti semangat pendidikan hingga pelosok.
Gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukan gagasan lahir tanpa dasar, melainkan bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa.
Kemenhut juga akan memediasi kedua perusahaan untuk membahas penataan batas persekutuan atau kemungkinan solusi lain termasuk lahan pengganti.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa temuan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok yang curiga
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved