Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir merendam beberapa daerah di pantura Jawa Tengah sebagian sudah surut. Namun ada beberapa wilayah yang masih terendam banjir. Seperti di Kota Pekalongan, banjir masih menggenangi di beberapa wilayah dengan ketinggian bervariasi antara 20 cm-50 cm. Namun di wilayah utara Kota Pekalongan, ketinggian air mencapai 150 cm. Ribuan pengungsi masih bertahan di pos pengungsian.
"Sebagian di wilayah selatan sudah surut, tapi di daerah utara masih tinggi sehingga masih ada sekitar lima ribu jiwa pengungsi bertahan," kata Kepala BPBD Kota Pekalonfan Suminta, Sabtu (13/2).
Sementara di Kota Semarang, kawasan yang masih terendam banjir adalah Kaligawe dan Genuk. Serta jlaur pantura Semarang-Demak dengan ketinggian air 20-40 cm. Warga terdampak banjir mulai merasakan gatal-gatal akibat banjir. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan telah mengupayakan untuk mengeringkan banjir dengan mengaktifkan seluruh rumah pompa. Namun upaya ini masih belum membuahkan hasil karena hujan masih turun dan air laut pasang ditambah lokasi banjir ada di cekungan.
"Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir, berbagai bantian logistik kebutuhan warga seperti obat-obatan dan logistik sudah disalurkan. Jika mengeluh ada gangguan, petugas kesehatan ajan mrmeriksa dan memberikan obat secara gratis," imbuhnya.
Sedangkann di Kudus dan Demak, banjir juga sudah mulai surut. Di Demak, Kepala BPBD setempat Agus Nugroho memperkirakan kerugian banjir merendam enam kecamatan menangguk kerugian Rp2,1 miiar.
baca juga: Banjir Pantura, Ratusan Warga Pekalongan Mengungsi
Sementara di Kudus, berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat, Budi Waluyo masih ada 451 jiwa mengunsi di sejumlah tempat pengungsian. Banjir di Kudus menyebabkan 1.267 jiwa (9.469 keluarga) terdampak dan merendam 7.716 rumah. Deengan menyusut banjir saat ini tinggal 4.905 rumah yang masih terendam, dan 16.5489 jiwa (5.065 keluarga) terdampak. (OL-3)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved