Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BARESKRIM Polri bakal melanjutkan penyelidikan terkait banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) beberapa waktu silam. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Dinas ataupun sejumlah korporasi tertentu.
"(Pemeriksaan saksi) Itu lanjutnya nanti akan dilakukan tindakan lanjut oleh Bareskrim," ujar Rusdi, Senin (25/1).
Dari hasil penyelidikan Bareskrim, sejauh ini banjir terjadi dikarenakan faktor cuaca yang ekstrim. Rusdi menjelaskan banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi. Tak hanya itu, banjir juga dipicu gelombang laut yang cukup tinggi sehingga berpengaruh terhadap arus balik ke daratan. Namun, kesimpulan tersebut masih bersifat sementara. Rencananya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu akan mendalami penyebab banjir di Kalimantan Selatan.
"Untuk sementara yang diterima Bareskrim pada saat itu curah hujan sangat tinggi," pungkasnya.
Sebelumnya, hampir 10 Kabupaten/Kota ikut tenggelam lantaran banjir menerjang Kalimantan Selatan. Rusdi mengatakan Bareskrim telah turun ke lapangan untuk menyelidiki penyebab banjir di Kalimantan Selatan. Rusdi mengatakan tim telah turun dan sementara disimpulkan penyebab banjir adalah tingginya curah hujan.
"Bareskrim sudah turun tim, ternyata memang kenapa banjirnya itu karena memang faktor curah hujan saat itu sangat tinggi dari BMKG di sana," kata Rusdi.
baca juga: Dampak Banjir, Sejumlah Desa di Pegunungan Meratus Hancur
Selain itu, Rusdi mengatakan Bareskrim juga telah mengecek ke Syahbandar atau kepala pelabuhan setempat. Diketahui, pada saat itu gelombang laut pasang mencapai dua setengah meter.
"Memang pada saat itu tinggi gelombang sangat tinggi antara dua sampai dua setengah meter sehingga itu berpengaruh terhadap arus balik ke daratan. Ini sementara hasil turun lapangan dari Bareskrim," kata Rusdi.
Di sisi lain, Greenpeace Indonesia menduga banjir Kalsel disebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) telah kehilangan sekitar 304.225 hektar tutupan hutan sepanjang 2001-2019. Pasalnya, sebagian besar sudah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. (OL-3)
BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) menelan korban jiwa. Dua orang warga dilaporkan hanyut terseret arus deras.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman melakukan peninjauan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang
Kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan akibat banjir yang disebabkan meluapnya drainase di Jalan Brigjen M. Yoenoes, Kendari.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Selain padi, Kalsel mencatat produksi cabai besar mencapai 11 ribu ton dan cabai rawit 14 ribu ton, yang efektif meredam gejolak harga komoditas.
BMKG melaporkan gempa dangkal beruntun guncang Balangan dan Tabalong, Kalsel. Simak analisis pemicu sesar lokal dan imbauan keselamatan terbaru di sini.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, melalui penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS.
POPULASI ikan sapu-sapu (hypostomus plecostomus), juga memenuhi sungai-sungai di sejumlah wilayah perkotaan Provinsi Kalimantan Selatan.
Penangkapan ini mempertegas bahwa Kalimantan Selatan masih menjadi jalur transit utama bagi jaringan internasional tersebut.
Tingginya intensitas bencana alam dan keterbatasan fiskal berpengaruh pada kinerja pembangunan di daerah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved