Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN dokumen C1 yang dikumpulkan saksi, DPW NasDem Riau menyatakan calon kepala daerah yang diusung partai tersebut menang di enam wilayah. Daerah tersebut yaitu Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, dan Indragiri Hulu.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Riau Dedi Harianto Lubis mengatakan pasangan yang diusung NasDem hanya kalah di Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, serta Kabupaten Pelalawan. "NasDem menang di enam daerah dari sembilan daerah Pilkada serentak di Riau," tegas Dedi di Pekanbaru, Kamis (10/12).
Ia mengungkapkan, dari data saksi NasDem di Bengkalis hingga Kamis (10/12), menunjukkan pasangan Kasmarni-Bagus Santoso unggul dengan perolehan suara 91.217 suara. Pasangan calon Wali Kota Dumai dan Wakil Wali Kota Dumai Paisal-Amris meraih 42.305 suara.
Di Rokan Hulu, Sukiman-Indra Gunawan meraih 92.323 suara. Calon Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir Afrizal-Sulaiman menang dengan 92.646 suara. Selain itu, calon Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hulu Rezita-Junaidi Rahmad mendapat 50.400 suara. Di Siak, Alfedri-Husni Mirza didukung pemilih dengan 101.142 suara.
"Suara yang terkumpul ini berasal dari real count saksi di TPS. Sampai saat ini data yang sudah masuk di atas 95%-100% sehingga nanti hasil rekap KPU dengan real count kami tidak akan jauh berbeda," kata Dedi.
DPW NasDem Riau menyatakan kemenangan Pilkada Serentak 2020 membuktikan calon kepala daerah yang diusung NasDem sesuai keinginan masyarakat serta survei internal. "Kami berterima kasih kepada para pemilih yang sudah menggunakan hak suara. Ini tanggung jawab kita menentukan masa depan daerah. Sekaligus menunjukkan kedewasaan kita berdemokrasi secara damai," ujar Dedi.
Ia menambahkan NasDem Riau mengajak seluruh warga kembali bersatu pascapilkada serentak dan melupakan perbedaan politik untuk membangun daerah. Para calon bupati dan wali kota yang sudah berhasil mendapat dukungan masyarakat diharapkan mampu melaksanakan program yang dijanjikan saat sosialisasi. (OL-14)
Menurut Titi, pilkada di banyak daerah masih berlangsung dengan biaya politik yang sangat tinggi, sementara sistem pengaturan dan pengawasan dana kampanye belum berjalan efektif.
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved