Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH titik panas atau hotspot yang diduga kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) terpantau satelit kian meningkat.
Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan untuk Minggu (2/8) terpantau satelit terdapat 36 titik panas tersebar di enam Kabupaten.
"Minggu ini pantauan satelit ada 36 titik panas, tersebar di Bangka 15 titik, Bangka Barat 5 titik, Bangka selatan 9 titik, Bangka Tengah 5 titik, Belitung dan Belitung Timur masing-masing 1 titik," kata Mikron Minggu (2/8).
Ia menjelaskan, 15 titik panas terpantau di Bangka berada di kecamatan Mendo Barat 8 titik dan puding Besar 6 titik serta 1 titik di Puding Besar, sedangkan di Bangka Barat berada di Muntok, Bangka Selatan di Payung 5 titik, Simpang teritip 1 titik, Simpang rimba 3 titik, Bangka tengah Koba 1 titik, Simpang Katis 2 titik dan sungai selan 2 titik."kalau di belitung itu di sijuk dan Belitung timur di Gantung," ujarnya.
Baca juga : Sembilan Kabupaten di NTT Berstatus Awas Kekeringan
Mikron mengaku 36 titik panas ini baru sebatas dugaan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tapi untuk kebenaranya harus dilakukan cek kelapangan.
"Tingkat kepercayaan atau akurasi dari titik panas tersebut diangka delapan dan sembilan, angka ini cukup tinggi dan mengarah ke benar adanya yang terbakar, tapi sekali lagi saya tegaskan harus ada pembuktian dilapangan," terangnya.
Intentisias titik panas di babel akan semakin meningkat saat musim kemarau, untuk kitu harus segera di antisipasi dengan terus melakukan sosialisasi bahaya karhutla kepada masyarakat khususnya petani.(OL-2)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved