Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN belum berhenti, tapi Sumatra Selatan sudah bersiap menangkal datangnya kebakaran hutan dan lahan. “Sebanyak 1.500 personel sudah kami siapkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di 10 kabupaten dan kota,” tegas Kapolda Inspektur Jenderal Eko Indra Heri, kemarin.
Khusus tim dari polda, lanjutnya, ada 385 orang. Mereka akan bergabung dengan 1.115 personel dari 10 polres yang wilayahnya rawan kebakaran hutan dan lahan.
Selain mengantisipasi kejadian kebakaran, tim khusus ini juga harus mengedukasi masyarakat. “Pesan mereka, jangan membakar lahan atau kegiatan yang bisa memicu terjadi karhutla di daerah rawan,” kata Eko.
Di Sumatra Selatan, selama 2019 telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di areal seluas 1.793 hektare. Polisi menangkap 46 orang terduga pelaku pembakaran dan satu korporasi dengan tuduhan serupa.
“Semua kasus yang ditangani pada 2019 sudah P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan, termasuk kasus yang melibatkan korporasi,” tegas Kapolda.
Meski di tengah hujan deras, sejak Mei lalu, Gubernur Herman Deru telah menetapkan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat kebakatan hutan dan lahan. Status itu berlaku hingga 31 Oktober.
“Sebagai upaya antisipasi dan mencegah karhutla. Ada 10 daerah berpotensi kejadian karhutla,” tambah Herman.
Sampai kemarin, di Bangka Belitung sudah terpantau adanya 18 titik panas di lima kabupaten. “Paling banyak di Bangka Selatan dengan 12 titik panas yang diduga merupakan kejadian kebakaran lahan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mikron Antariksa. (DW/RF/N-2)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved