Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH Balai Latihan Kerja (BLK) di beberapa daerah di Jawa Tengah memproduksi alat perlindungan diri (APD), kini giliran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Jateng juga memproduksi APD untuk memenuhi kebutuhan medis dalam rangka menanggulangi virus korona. Ratusan siswa dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jurusan Tata Busana di Jepara yakni SMKN 2 Jepara, SMKN 1 Kalinyamat, SMK Muhammadiyah Keling, SMK Al Hikmah Mayong, SMK Kholiliyah Bangsri dan SMK Sadamiyah Jepara mulai disibukan dengan kegiatan baru yakni memproduksi APD.
Wabah virus korona yang terjadi saat ini, menggerakan semua komponen untuk peduli dan bersama menanggulanginya dengan memproduksi APD seperti pakaian, masker dan lainnya. Kini MGMP Tata Busana kerahkan siswa untuk ikut serta memproduksi untuk memenuhi kebutuhan sarana kesehatan itu.
"Para siswa SMK Jurusan Tata Busana dibimbing oleh para guru masing-masing sekolah, saat ini sedang menyelesaikan 2.000 APD jenis pakaian untuk paramedis dengan bahan kain Spundbond," kata Ketua MGMP Tata Busana Provinsi Jawa Tengah, Indria Mustika, Kamis (2/4).
Ribuan APD yang sast ini diproduksi, demikian Indria Mustika, merupakan pesanan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan paramedis dalam upaya menangani dan menanggulangi covid-19 tersrbut.
Kesulitan memperokeh APD di pasaran dan kebutuhan yanh besar sast ini, lanjut Indria Mustika, menjadi dasar dan mendorong MGMP Jurusan Tata Busana untuk berkiprah memenuhi sarana dan prasarana kesehatan, sesuai dengan bidang yang digeluti.
"Ini juga sekaligus menjadi ajang pelatihan bagi siswa," imbuhnya.
Khusus untuk MGMP Tata Busana di Jepara, ujar Indria Mustika, memproduksi sebanyak 300 lembar pakaian APD, sedangkan SMK di daerah lain juga melakukan hal yang sama. Secara keseluruhan akan terproduksi sebanyak 2.000 lembar pakaian untuk paramedis yang sedang menangani pasien covid-19.
baca juga: Gaji Anggota DPRD Golkar DIY Dipotong 50%-70% untuk Tangkal Covid
Model dan bahan paksian APD diproduksi, menurut Indria Mustika, sesuai dengan standar yang telah dibakukan dinas kesehatan. Sedangkan untuk menjamin kerapihan dan kekuatan produksi, hanya kelas XII yang mengerjakan karena telah dibekali ketrampilan yang memadai di masing-masing sekolah. (OL-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved