Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ganef Wurgiyanto mengatakan sektor perikanan daerah itu mulai dilirik investor. Di antaranya investor asal Denpasar, Bali yang sedang membangun pabrik pengolahan ikan dasar di kawasan Pelabuhan Perikanan, Kelurahan Tenau, Kota Kupang.
"Saat ini pembangunan pabrik sudah mencapai 90%," kata Ganef kepada Media Indonesia di Kupang, Rabu (20/11/2019).
Pabrik pengolahan ikan tersebut dijadwalkan beroperasi mulai awal 2020, dengan tenaga kerja 50% berasal dari warga NTT dan 50% dari luar NTT. Pihak investor bersama pemerintah daerah juga sudah sepakat melakukan alih teknologi kepada pekerja asal NTT.
"Pembangunan pabrik ikan ini untuk tujuan ekspor. Saat ini investor sudah beroperasi menangkap ikan di perairan NTT, tetapi pengolahannya masih dilakukan di Jawa sampai pabrik selesai dibangun," ujarnya.
Menurutnya, pihak perusahaan juga mendatangkan 70 kapal penangkap ikan dengan tonase 30 GT untuk beroperasi di daerah itu. Seluruh kapal didatangkan dari Pakarungan, Madura. Untuk nelayan lokal, selama 2019, DKP NTT menyerahkan bantuan kapal 3 GT sebanyak 30 unit untuk menangkap ikan dalam radius 4 mil dari pantai.
Selanjutnya pada 2020, DKP menganggarkan pengadaan kapal sebanyak 76 unit untuk dibagikan kepada masyarakat pesisir. Menurut Ganef, pemerintah membagikan kapal berukuran kecil agar menjangkau banyak nelayan. Pasalnya kapal berukuran besar terbatas.
"Selain itu anggota kelompok nelayan juga rawan gesekan sehingga membuat pemanfaatan kapal tidak maksimal." katanya.
baca juga: Hasil Kebun Petani Jawa Tengah Mendunia
Pengadaan kapal kecil lebih murah dibandingkan kapal berukuran besar.
"Anggaran terbatas, kalau bangun kapal besar, otomatis hanya mencover beberapa orang saja," tandasnya. (OL-3)
Danantara tengah menggarap proyek-proyek hilirisasi dengan total investasi mencapai US$26 miliar atau setara Rp450,42 triliun (kurs Rp17.324 per dolar AS).
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Pemerintah menyerap dana Rp40 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran masuk mencapai Rp74,95 triliun.
Upaya memperluas literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri.
Di tengah dinamika pasar keuangan, kolaborasi antara manajer investasi dan perbankan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman.
KBRI Warsawa gelar forum bisnis di Krakow dan Łódź untuk dorong investasi, perdagangan, dan kerja sama tenaga kerja Indonesia-Polandia jelang IEU-CEPA 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved